Khalifah Rasulullah Memerangi Sunnah Rasulullah! (Bagian I)

Khalifah Rasulullah Memerangi Sunnah Rasulullah!  (Bagian I)

Adalah kenyataan yang telah diketahui dan diyakini bersama bahwa Sunnah Nabi saw. memainkan peran kunci setelah Al Qur’an sebagai sumber dasar ajaran Islam. Dan adalah hal gamblang bagi santri pemula apalagi ulama Islam bahwa Nabi saw. begitu serius perhatiannya terhadap keutuhan Sunnah beliau. Beliau memerintahkan agar umat Islam memerhatikannya… memeliharanya dan menyebar-luaskannya serta memeliharanya dari kepunahan.

Nabi saw. bersabda:

.

نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ حَدِيْثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ, فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ ليْسَ بِفَقِيْهٍ وَ رب حامل فقه إلىَ مَنْ هُوَ أفْقَهُ مِنْهُ

Semoga Allah membuat berseri-seri wajah orang yang mendengar sebuah hadis lalu ia menghafalnya dan menyampaikannya kepada orang lain. Berapa banyak orang mengemban fiqh (pengetahuan) tapi ia bukan orang alim, dan berapa banyak orang yang mengemban fiqh menyampaikan kepada orang yang lebih alim (pandai).[1]

.

Sebagaimana beliau memuji dan mendoakan mereka yang dengan gigih berjuang menyebar-luaskan Sunnah beliau. Nabi saw. bersabda:

.

ألَّلهُمَّ ارْحَمْ خُلَفَائِي! اللهم ارحم خلفائي! اللهم ارحم خلفائي! قِيْلَ لَهُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ, مَنْ خلفاؤُكَ؟ قال: الَّذِيْنَ يَأْتُوْنَ بَعْدِي يَرْوُوْنَ حَدِيثِي وَ سُنَّتِي

Semoga Allah merahmati para khalifahku! Semoga Allah merahmati para khalifahku! Semoga Allah merahmati para khalifahku! Lalu di tanyakan kepada beliau: Siapakah para khalifah Anda, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Mereka adalah orang-orang yang akan datang setelahku, mereka meriwayatkan hadis dan sunnahku.[2]

.

Para ulama pun menjelaskan panjang lebar tentang urgensi peran Sunnah dalam paket lengkap ajaran Islam…

  1. Imam Ahmad berkata, Al-Sunnah menafsirkan Al-kitab dan menjelaskannya,… sunnah adalah penjelas Al-quran, ia adalah bukti-bukti Al-qur’an.[3]
  2. Syeikh Muhammad ‘Ajjaj mengatakan: “Semua yang datang dari Rasul saw. selain Al-qur’an -berupa penjelasan hukum-hukum, perincian yang terdapat dalam Al Kitab dan pengetrapan atasnya- adalah hadis nabawi atau sunnah … ia wahyu dari Allah.”[4]
  3. Syeikh Abu Zahw berkata: Sunnah … adalah salah satu dari dua bagian wahyu ilahi yang diturunkan oleh Jibril Al-Amin kepada Nabi saw., bagian lainnya adalah Al-quran[5]. Dalam kesempatan lain ia mengatakan: Dan Allah telah menyerahkan kepada Nabi-Nya Muhammad saw. agar menyampaikan Al-Qur’an kepada umat manusia dan menerangkan untuk mereka dengan ucapan dan tindakan beliau semua yang butuh diterangkan, beliau saw. ketika menerangkan Kitabullah kepada manusia, keterangan beliau tidak keluar dari dirinya secara pribadi, akan tetapi mengikuti wahyu yang diwahyukan dari Tuhannya. Jadi fungsi sunnah adalah menerangkan Al-quran, mengungkap rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya dan penjabar maksud perintah dan hukum Allah SWT. [6]
  • Syeikh Abdul Ghani Abdul Khalig berkata: “As Sunnah bersama Al Kitab berada dalam satu tingkatan dari sisi i’tibar/penganggapan dan berhujjah dengan keduanya, tidak ada perselisihan bahwa Al Kitab memiliki kelebihan atas sunnah bahwa lafadznya turun dari Allah, membacanya dihitung ibadah, sebagai mu’jizat, …  tidak demikian halnya dengan sunnah, namun hal itu tidak mengharuskan pemilahan antara keduanya dari sisi hujjiyah (otoritas).”[7]

.

Al hasil, banyak keterangan para ulama tentang urgensi Sunnah Nabi saw. akan tetapi apakah perhatian besar Nabi saw. terhadap Sunnahnya disambut dengan senang hati oleh para Khalifah yang berkuasa setelah beliau? Atau justeru para Khalifah yang berkuasa dan duduk di atas singgasana pemerintahan atas nama Nabi Islam bangkit memerangi Sunnah Nabi Islam? Apakah Sunnah Nabi saw sepeninggal beliau dijaga dan dipelihara oleh para Khalifah? Atau justeru diperangi dan kejar-kejar untuk dibakar dan dimusnahkan?

Bocoran laporan para ulama di bawah ini akan membongkar kenyataan menyedihkan yang dialami oleh Sunnah Nabi saw.

.

Khalifah Pertama Nabi Membakar dan Berusaha Memusnahkan Sunnah Nabi!

Aisyah putri Abu Bakar; Khalifah pertama bercerita, “Ayahku mengumpulkan hadis dari Rasulullah, ia berjumlah lima ratus hadis, kemudian ayahku bingung dan gelisah.

Aisyah berkata: Aku sedih, maka aku berkata: Wahai ayah, apakah Anda gelisah karena sakit atau kerena sesuatu yang lain?

Aisyah berkata: Dan keesokan harinya ia berkata kepadaku, ‘Hai putriku bawalah kemari lembaran-lembaran hadis yang ada padamu.’  Lalu kubawakan kepadanya dan ia pun membakarnya.

Aku bertanya: Mengapa Anda membakarnya?

Ia berkata, “Saya khawatir mati sementara ia di sisiku dan di dalamnya terdapat hadis-hadis dari seorang yang telah aku percaya namun ia (hadis) tidak seperti yang ia sampaikan kepadaku, maka berarti saya menukil hadis itu.[8]

.

Ibnu Jakfari berkata:

Apakah membakar catatan Sunnah Nabi saw. yang ia tulis sendiri itu sejalan dengan pesan untuk memelihara dan menjaga Sunnah beliau? Jika ada yang beranggapan bahwa apa yang dilakukan Khalifah Nabi terhadap Sunnah Nabi itu adalah bukti kehati-hatiannya dalam menyeleksi Sunnah dan menjaganya dari kekeliruan dan pelasuan, maka akan dijawab, ‘Yakinkah Anda dengan pembelaan itu? Tidakkah ada cara lain yang lebih rahmat dan bijak terhadap Sunnah Nabi saw. dari keganasan kobaran si jago merah’? Yakinkah Anda bahwa memelihara Sunnah itu harus dilakukan dengan memusnakan dan membakarnya?

Jika Abu Bakar mendengar lima ratus hadis itu tidak langsung dari Nabi saw., melainkan melalui perantaraan para sahabat lainnya… maka masalahnya makin menjadi runyam… apakah Abu Bakar mencurigai ketepatan atau bahkan kejujuran para sahabat itu? Lalu bagaimana nasib pilar utama mazhab Sunni; Keadailan Sahabat, apakah ia harus digugurkan, mengingat Khalifah Nabi saja tidak tentram mengambil hadis dari para sahabat, lalu bagaimana dengan kita? Jika demikian, fa ahlan wa marhaban, kami hanya bisa mendo’akan semoga mazhab Ahlusunnah mati dalam keadaan husnul khatimah, dan masalah pemakamannya itu urusan kalian sendiri!

.

Khalifah Pertama Nabi Melarang Umat Islam Berdalil dengan Sunnah Nabi saw.!

Adz-Dzahabi memboocorkan sebuah data berbahaya tentang sikap Khalifah pertama Nabi dalam memerangi Sunnah Nabi saw. adz-Dzahabi meriwayatkan dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata :

.

أنّ الصدّيق جمع الناس بعـد وفـاة نبيّهم، فـقال: إنّكم تحدّثون عن رسول الله صلى الله  عليه وآله وسلم أحـاديث تختلـفون فيها، والناس بعدكم أشدّ اختلافاً، فلا تحدّثوا عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم شيئاً، فمن سألكم فقولوا: بيننا وبينكم كتاب الله ، فاستحلّوا حلاله وحرّموا حرامه.

Sesungguhnya (Abu Bakar) ash Shiddiq mengumpulkan orang-orang setelah wafat Nabi mereka, lalu berkata kepada mereka, ‘Kalian menyampaikan hadis-hadis dari Rasulullah saw. yang kalian berselisih tentangnya, maka orang-orang setelah kalian akan lebih berselisih. Oleh karenanya janganlah kalian menyampaikan sesuatu hadis pun dari Rasulullah saw., dan barang siapa bertanya kepada kalian maka katakan, ’Antara kami dan kalian ada Kitabullah, halalkan yang dihalalkan Al-qur’an dan haramkan yang diharamkannya.’[9]

.

Nabi Saw. Telah Memberitakan Akan Datangnya Penguasa Yang Akan Memerangi Sunnah Beliau!

Dari balik tabir ghaib, Nabi Muhammad saw. telah mengabarkan kepada kita bahwa akan ada seorang penguasa yang dengan alasan ingin memurnikan dalam berpegang teguh dengan Al-Qur’an ia memerangi Sunnah Nabi saw. dan melarang umat Islam berpegang teguh dengan Sunnah Nabi mereka!

Imam Ibnu Mâjah dan para ahli hadis lain meriwayatkan dari Migdam bin Ma’dikarib Al Kindi, “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

.

يُوْشِكُ الرَّجُلُ مُتَّكِئًا في أَرِيْكَتِهِ، يُحَدَّثُ بِحديثٍ مِنْ حديثي فَيَقُولُ بَيْنَنَا وبينَكُمْ كتابُ اللهِ، فما وَجَدْنا فيهِ مِنْ حلالٍ أَحْلَلْناهُ ، ما وَجَدْنا فيهِ مِنْ حرامٍ حَرَّمْناهُ. أَلآ وَ إنّ َما حَرَّمَ رسولُ اللهِ مثلُ ما حرم اللهُ

Dekat datangnya seorang sambil duduk di atas singgasananya, disampaikan kepadanya hadisku, lalu ia mengatakan, Antara kami dan kalian ada Kitabullah, apa yang kita dapatkan di dalamnya berupa hukum halal maka kami halalkan dan apa yang kita dapatkan di dalamnya berupa hukum haram maka kami haramkan!.

Ketahuilah, sesungguhnya apa yang diharamkan Rasulullah seperti yang diharamkan Allah. [10]

.

Ibnu Jakfari Berkata:

Coba perhatikan saudaraku, apa yang dikatakan Abu Bakar dalam stitmen berbahayanya di atas dan apa yang dikhawatirkan Nabi saw. akan terjadi dan dilakukan seorang penguasa yang duduk di atas singgasana kekuasaan? Bukankah 100% (seratus persen) persis?

Shadaqallah wa shadaqa rasuluh/Maha Benar Allah dan Rasul-Nya.

Inilah sikap ingkar sunnah yang sangat berbahaya atas keutuhhan ajaran Islam!

Adakah pembelaan yang dapat dilakukan ulama Ahlusunnah terhadap kenyataan di atas?

Bukankah kekuasaan Abu Bakar termasuk kekuasaan yang dikecam Nabi atas sikap ingkar sunnahnya?!

Atau kalian mempunyai uzur untuk Khalifah kalian? Tolong sebutkan! Jangan biarkan para peneliti kebingungan dalam menyikapinya?

(Bersambung)


[1] Jâmi’ Bayâ al Ilmi: 160-175.

[2] Al Muhaddits al Fâshil, bab Fadlu an-Nâqil:163, Qawâ’id at Tahdîts, Bab Fadl Râwi al Hadîts: 48, Syaraf Ash-hâb al-Hadîts, bab: Kaunu Ash-hâb al-hadîts Khulafâ’ ar Rasûl: 30, Jâmi’ Bayân al-Ilmi,1\55, Akhbâr Ishfahân,1\81, al Fath al Kabir (as Suyuthi) dari Abu Said al Khudri: 1\233, Kanz al Ummâl: Kitab al-Ilmi, bab Adab al Ilmi, pasal Fadl Riwâyat al Hadits …: dari Imam Ali as. dan Ibnu Abbas: 10\128, 133,  hadis ke1086 dan 1127 dan: 10\181 hadis ke 1407 dan dalam kitab al Ilma’ (Qadli ‘Iyâdh) bab Syaraf Ilmi al-hadits wa syaraf Ahlihi:11.

[3] Hujiyatu as Sunnah:332 .

[4] Ushûl al Hadîts: 34.

[5] Al Hadîts Wal Muhadditsûn:11.

[6] Ibid :37-38.

[7] Hujjiyatu as Sunnah:495.

[8] Tadzkiratul Huffadz,1\5,  al-I’tishâm Bi Hablillah al-Matîn: 1\30 dan Hujjiyah as Sunnah: 394.

[9] Tadzkirah al-Huffadz,1\3 dan Hujjiyah as-Sunnah: 394.

[10] Musnad Imam Ahmad,4\131, Sunan Abu Da’ud:Kitabus Sunnah bab kelima (keharusan sunnah):4\200, hadis ke: 4604, Sunan Ibnu Majah,1\6, bab ketiga hadis:12, Sunan Ad Darimi, 1\117 hadis ke 592, Sunan Al Baihagi,9\331, Dalâ’il an Nubuwwah,1\25, 6\549, Mustadrak, 1\108-109, Al Kifayah: 39-40, Al Fagih Wal Mutafagih,1\88, Al I’tibar; Al Hizami:7, Shahih Ibnu Hibban,1\147, Sunan Al-Turmudzi, Kitabul Ilmi,2\110-111, dan ia menshahihkannya, lihat juga Al Hadis Wal Muhaddisin: 11dan 24.

15 Tanggapan

  1. Ia (Abu Bakar) berkata, “Saya khawatir mati sementara ia di sisiku dan didalamnya terdapat hadis-hadis dari seorang yang telah aku percaya namun ia (hadis) tidak seperti yang ia sampaikan kepadaku , maka berarti saya menukil hadis itu.”[8]

    Artinya Abu Bakar sendiri tidak percaya kpd para sahabat lainnya !

    Wah ini benar2 sangat gawat dan bahaya untuk mazhab Ahlu Sunnah yg salah satu pilarnya adalah keadilan para sahabat !

    Benar kata mas Jakfari, kalau Abu Bakar saja tdk mempercayai sahabat lain, gimana dg umat Islam setelah mereka ?

    Dg fakta2 diatas apakah ahlu sunnah masih dg bangganya mengklaim dirinya sbg “ahlu sunnah” ?

    • Assalamu’Alaikum Mas…, jangan salah menafsirkan bahwa Abu Bakar ra. menentang Sunnah Rasulullah saw mas…, Lihat dulu kondisi di zaman beliau, Para sahabat masih banyak yang hidup yang bisa menjadi periwayat hadist, Mushaf AlQuran belum terkumpul jadi satu, nanti dizaman Usman bin Afan ra baru dijadikan satu kitab karena teknologi kertas sudah ditemukan. kehawatiran Abu Bakar ra. jangan sampai AlQuran bercampur dengan hadist Nabi saw. sedangkan kekhalifaan Abu Bakar ra juga menghadapi orang-orang munafik yang ingin keluar dari firqah umat Islam menentang atau mengurangi syariat yang diajarkan oleh Nabi saw karena mereka menganggap Nabi saw sudah meniggal dan lagi pula Khalifah Abu Bakar ra dan sahabat sedang menunaikan perag melawan Nabi Palsu Musaillama Alkazab. bisa jadi orang-orang munafik ini ingin mengkaburkan ajaran Islam yang murni dari wahyu Allah swt contohnya Abdullah Bin Saba (tokoh Yahudi pura-pura masuk Islam) yang memprofokasi umat Islam sehingga sahabat nabi Usman bin Affan ra terbunuh.

      • Tapi ali tlah menulis wahyu quran dan hadist nabi dan tulisannya disebut kitab ali,ali paling dekat dgn nabi dari segi manapun,klo memang nabi tdk bleh mnuliskah wahyu dan hadisnya knp hal itu hnya diktahui abu bakar knp ali tdk dinasihatkan trlebih dahulu pdhl ali kluarga nabi,?aneh bkn?

      • Kalau syiah yang sangat mencintai secara buta ali bin abi thalib dan membenci sahabat yang lain berarti ini syiah yang salah.

    • Abu bakar disebut assiddiq karena beliau sangat mencintai nabi, bukti kecintaannya sangat banyak seperti isramikraj dan saat di gua hira. Jadi sangat tidak mungkin abu bakar menghancurkan hadist nabi tanpa alasan yang benar

  2. mas Jakfari, barangkali kurang tepat kalau Abu Bakar atau Umar disebut “Khalifah Rasulullah”. Sebutan “Khalifah Rasulullah” hanya pantas disandang oleh orang yg memang ditunjuk oleh Rasulullah sbg penggantinya. Padahal Sunni sendiri berpendapat bhw Nabi saw tidak pernah menunjuk penggantinya. Kalaupun ada hadis versi Sunni yg mengindikasikan Nabi menunjuk penggantinya, yaitu Abu Bakar, namun tindakan yg dilakukan oleh Abu Bakar (pemusnahan hadis) tdk sesuai dg sebutan tsb.

  3. Ungkapan Abu Bakar menggambarkan kondisi sahabat sebenarnya, tdk bisa dipercaya seluruhnya.
    Sementara sebagian ummat islam kini menganggab semua sahabat adil ………..lucu juga ya.

  4. tanggapan serong terhadap Saiyidina Abu Bakar r.a. dari mereka yang hidup selepas zamannya adalah merugikan. Tidak bisa memperkatakan sesuatu yang buruk kepada Khalifah Rasulullah Sy Abu Bakar r.a. yang telah dibai’ah oleh seluruh para sahabat yang taat akan kepimpinan Rasulullah. Mengapa diwarkan sikap golongan penentang dan lebih mengecewakan fahaman penentang dibawa oleh rumpun melayu. Adakah pantas manusia dizaman ini mempertikaikan keputusan sahabat mengikut sunnah khulafa.

    Ibnu Jakfari:

    Coba buktikan bahwa Abu Bakar dibaiat seluruh kaum Muslimin?

  5. ya benar Abu Bakr sudah dibaiat seluruh kaum muslimin saat itu.. dan yang enggan dan menolaknya hanyaa orang2 munafik saja… siapa yang menolak kekhalifahan ABu dan Umar ia kafir!!!!

    Ibnu Jakfari:

    Apa Anda serius dengan apa yang Anda katakan? Siapakah ulama Ahlusunah yang mengatakan seperti vonis Anda itu?
    Bukankah Menurut Imam Bukhari, termasuk yang hingga wafat enggan memberikan baiat dan mengakui kekhalifahan Abu Bakar adalah putri tercnta Nabi;Fatimah az Zahra as.
    Ali juga tidak memberikan baiat untuk Abu Bakar selama hidup Fatimah kurang lebih tiga bulan! Apa Ali menurut Anda kafir alias murtad selama waktu itu?
    Akhi, Anda boleh saja tidak suka kepada Syi’ah seperti yang terlihat dari nama yang Anda pakai: anti syiah, tetapi janga kebencian itu membuat Anda menyesal di akhirat nanti!
    Wassalam

  6. brarti dri argumen yg anda tulis Al Qur’an bkan kitab yg utuh,smpurna,asli dri Allah mlalui rasul-Nya Muhammad SAW..???

    brarti yg myakini Al Qur’an skrang adalh kitab sbnarnya adalah pengkhianat nabi SAW..???

    brarti Allah brbohong menjaga ksempurnaan Al Qur’an hingga akhir zaman..??

    kl Allah bohong brarti Allah bkan lah zat yg Maha Suci..??
    naudzubillahi..

    brarti anda pndusta kl bgtu….!!!

  7. @underground: antum ngomong ngelantur banget, yang dibahas hadis tapi malah ke Qur’an. Low ibarat dalam pelajaran yang dibahas matematika tapi yang antum simpulkan bahasa Indonesia.

  8. emang pada jaman Abu bakar hadits udah di bukuin ye????

  9. […] Khalifah Rasulullah Memerangi Sunnah Rasulullah!  (Bagian I) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: