Ternyata Mereka Suka Ibadah Yang Bid’ah

Alangkah mudahnya bagi kaum Muslim Sunni menyematkan gelar Ahlusunnah betapapun praktik ibadah yang digemarinya adalah praktik Bid’ah… yang tentunya kata kaum Wahhâbi Salafi: Kullu Bid’atin Dhalâlah/setiap yang bid’ah itu adalah sesat!

Coba Anda perhatikan apa yang mereka lakukan dalam shalat sunnah yang disyari’atkan Rasulullah saw. tidak berjama’ah/munfaridan… Eh ternyata yang mereka pilih malah yang bid’ah/tidak diajarkan agama!!

Perhatikan riwayat kitab tershahih setelah Kitabullah al Majîd!


2009: Dari Abu Hurairah, “Sesunguhnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Siapa yang berdiri (menegakkan shalat) di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala maka ia diampuni dosanya yang telah lalu.'”

Ibnu Syihâb (az Zuhri) berkata, “Rasulullah saw. wafat semantara yang berlaku adalah demikian. Kemudian di masa Abu Bakar dan beberapa tahun dari masa khilafah Umar juga demikian.”

2101:… dari Abdurrahman ibn Abdil Qâri’ berkata, “Aku keluar menuju masjid bersama Umar ibn Khaththab ra. pada suatu malam di bulan Ramadhan. Ia menyaksikan manusia sendiri-sendiri, bercerai berai. Ada seorang yang slahat sendiri dan ada yang shalat diikuti oleh segelintir orang. Maka umar berkata, ‘Aku berpendapat, jika aku kumpulkan mereka dengan satu imam pasti lebih baik.’ Lalu ia bertekad dan mengumpulkan mereka dibawah imam Ubay ibn Ka’ab. Lalu keesokan harinya aku keluar bersama Umar dan ia menyaksikan mereka shalat dengan satu imam. Umar berkata, “SEBAIK-BAIK BID’AH ADALAH INI.”

26 Tanggapan

  1. Wahai wahabi jika semua bid’ah itu sesat maka kita semua termasuk wahabi juga sesat, krna apa yg kita lakukan tidak sama dg apa yg dicontohkan oleh rosulullah saw. Dalam dakwah nabi ga pake internet tp apa kita lakukan sekrg? Lo mau sesuai dg nabi hrs hidup seperti zaman nabi jgn munafik. Lo itu yg kita lakukan mka islam gak akan pernah maju n ketinggalan zaman. Perubahan adalah sunnutullah hanya orang yg ga pya otak yg tkut akan prubahan yg lbih baik.islam agama modern yg sesuai dg segala zaman situasi n kondisi manusia. Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa ‘ala ‘ali sayyidina muhammad.

    • dakwah yg paling baik dan sempurna adalah dakwah cara nabi yg bisa jadi asbab hidayah keseluruh alam,walau tanpa internet,,kalo internet lebih baik,,pasti akan Alloh swt.ciptakan internet dijaman nabi saw,karna jaman nabi adalah jaman terbaik…tp bukan berarti tdk boleh menulis kebaikan diinternet,,,ini adalah bid’ah yang mungkin mubah,,,tp selain dakwah cara nabi tdk akan bisa memperbaiki ummat secara keseluruhan,,,,

      • jangan bicara ngawur…dakwah itu tdk ada batasannya..internet adalah salah satu karunia Tuhan kang…kesalahan yg terbesar umat saat ini adalah abai terhadap perintah Nabi Saw yakni Utamakan Ahlulbayt Al kisa di atas para sahabat ! itulah yg menjadi kerisauan sebenarnya NAbi SAw akan umatnya…! padahal perintah itu adalah kunci Keselamatan,..nah terbuktilah sekarang kan..umat Islam kebanyakan tdk selamat dalam segala halnya.
        Saloom

  2. Ustad minta no hp u bleh?

  3. Ustad q pengen sharing ma anda tentang ini bgi no hp dunk

  4. haruskah kita berdialektika sedangkan Qur’an- sunnah masih berada di tengah-tengah kita….
    Qur’an-sunnah, selalu beri solusi bukan masalah….

    • Hihihihi…. Ajakan yang terlalu naïf pak….dijaman muawiyah LA ajakan seperti ini bisa,karena informasi masyarakatnya sangat terbatas. Sekarang udah gak laku…

      Betul quran Dan sunahnya udah betul, tapi……penjelasan qurannya versi siapa yang benar??? Sunnahnya juga mana yang benar? Mana yang palsu??

  5. aku berlindung dari kesesatan kaum wahabi ,, yang berani menganggap dirinya sbgai pengikut salafus shalihin >> padahal salafus shalihin yg haq Ada pada para Imam dan Ulama Ahlul bait AS

  6. Assalamu’alaikum Wr Wb
    Salam sejahtera untuk Ustad….
    mohon izin untuk ikut membaca tulisan Ustad…
    dan semoga bermanfaat bagi saya…

    wasalam
    salam takzim

    Quinsa Tiara Putri

  7. wkwkwkwkwkkwkwkwkwk…
    adminnya emang bego amadhhhh..

    paham bid’ah kagak????
    1873 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَخْبَرَتْهُ
    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ لَيْلَةً مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ فَصَلَّى فِي الْمَسْجِدِ وَصَلَّى رِجَالٌ بِصَلَاتِهِ فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا فَاجْتَمَعَ أَكْثَرُ مِنْهُمْ فَصَلَّى فَصَلَّوْا مَعَهُ فَأَصْبَحَ النَّاسُ فَتَحَدَّثُوا فَكَثُرَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى فَصَلَّوْا بِصَلَاتِهِ فَلَمَّا كَانَتْ اللَّيْلَةُ الرَّابِعَةُ عَجَزَ الْمَسْجِدُ عَنْ أَهْلِهِ حَتَّى خَرَجَ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ فَلَمَّا قَضَى الْفَجْرَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَتَشَهَّدَ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّهُ لَمْ يَخْفَ عَلَيَّ مَكَانُكُمْ وَلَكِنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْتَرَضَ عَلَيْكُمْ فَتَعْجِزُوا عَنْهَا فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ

    jelas2 Rasull SAW pernah nglakuin taraweh jamaah…

    maksud umar adalah bid’ah secara bahasa bukan syar’i…
    😛

  8. Salam ustaz..ternyata ada lagi satu situs WAHABI yg suka mencela syiah..

    http://syariftambakoso.wordpress.com/

    saya sengaja memberi inform kpd Ustaz..

  9. Assalamualaikum wr wb

    Kenapa kita terperosok pada hal hal yang tak sepatutnya kita bicarakan ….apakah kita sudah mampu untuk berdebat secara benar ? apakah anda sudah menyandang gelar ulama’ ??dan apa gunanya kalau blog cuma untuk debat kusir …Coba ciptakan blok debat antara ulama’ ulama’ nya .biar jelas..ok ??? lha wong bid’ah saja nggak tau kok debat…….
    wassalamualaikum wr wb

  10. @jakfari
    alias jakar farisi
    salam kenal

    kata Umar: sebaik bid’ah adalah ini

    “bidah” yang diucapkan umar ini tidak sama dengan “bidah” yang diucapkan nabi

    semua bidah sesat, ya memang benar
    apakah shalat taraweh berjamaah bidah???

    tidak!!!!!
    tidak sama sekali!!!!

    karena nabi pernah melakukannya dengan istrinya
    dan dengan keponakannya ibnu abbas

    pertanyannya lalu kenapa Umar katakan itu bidah????
    padahal ini ada sunnahnya

    sebelum saya jawab

    coba ente cari tahu dulu!!!!

    ane mau lihat kecerdasan ente sejauh mana???

    • @nyalap: low mw kasih refensi jangan setengah2 downk. orang yg ngasih argumen suruh nyari. sama adja boonk

      low mw kasih refensinya misal: dikitab A hlaman skian dan bab B. jadi gampang untuk mncarinya ==a

    • ya kalo umar mengatakan bid’ah,,,apakah antum lebih hebat dari umar,,mengatakan tidak bid’ah,,siapa yg mendapat gelar rodhiaullohuanhu..antum apa umar ra.?

  11. disebutkan dalam sebuah riwayat dari Imam Ja’far As Shadiq: ketika Amirul Mukminin –Ali- tiba di kota Kufah, beliau memerintahkan Hasan bin Ali untuk mengumumkan: Tidak ada shalat jamaah di masjid pada bulan ramadhan, lalu Hasan pun mengumumkan di tengah masyarakat, mendengar pengumuman itu masyarakat berteriak: Duhai ajaran Umar, duhai Ajaran Umar, Hasan pun kembali menghadap Ali, Ali bertanya: Suara apa itu? Hasan menjawab: Wahai Amirul Mukminin, orang-orang berteriak: Duhai ajaran Umar, duhai ajaran Umar, lalu Amirul Mukminin mengatakan: Shalatlah.

    Lihat Tahdzibul Ahkam, jilid 3, juga wasa’ilus Syi’ah jilid 8 hal 17-48 Bab Keutamaan bulan Ramadhan dan Shalat sunnah lebih dari shalat sunnah yang biasa dikerjakan bulan2 lain. Begitu juga hadits ini dikuatkan dalam kitab Hada’iq Nazhirah fi Ahkam Al Itrah At Thahirah, karya Yusuf Al Bahrani jilid 10 hal 520-522.

  12. Sya salut atas keberanian saudara2 kita yang wahabi dengan keberaniannya menjalankan syariat islam yang haq, tapi ust para pengikut yang dibawah banyak salah kafrah dan kebablasan bahkan sampai merusak mesjid segala seperti kejadian di lombok timur ntb beberapa bulan yang lalu, saling tonjok sesama wahabi, kan malu.

  13. Kelihatan sekali yang berdebat di sini adalah orang pintar yang tolol…lucu ya…..belajar agama bukan di amalkan tapi, berdebat dan menghujat yang lain…memalukan..dan dengan bangga mengaku islam……

  14. @iskandar: bener, makanya disinilah fungsi merujuk kepada Imam atau wazirnya. tentunya bkan smbarang wazir karna wazir yg benar adalah wazir yg dtunjuk oleh Imam dan Imam dtunjuk oleh Rasul SAWW yg intinya adalah dari Allah SWT. Quran adja anugrah ampe akhir zaman masa Islamnya hanya ampe zaman Rasul sajs ==a

  15. Seharusnya Ibadah yg benar :
    – MEmukul2 dada dan kepala
    – Melukai kepala denan pisau
    – menggesekkan pipi ke tanah
    – Nyanyi2 lagu imam hussein
    Lakukan ibadah ini tdk hanya pada asyura, tp tiap hari setelah sholat,
    pasti masuk surga..

  16. Assalamu’alikum wr. wb.
    umat Islam akan terbagi menjadi 73 golongan tp hanya 1 golongan yg selamat. Siapakah golongan yg selamat itu?? yaitu yg mengikuti Sunah Rasulullah SAW.
    Wassalam..

    • assalamualaikum.wr.wb.

      kalo boleh kasih pendapat…satu golongan yg masuk surga adalah yg mengikuti sunnah rosululloh saw..tp apa makna mengikuti sunah rosululloh saw ini..ana pernah dpt jawaban yg luar biasa.dr seorang yg alim dan banyak pengorbanan terhapad agama islam,..jawaban beliu satu golongan ini yg masuk surga adalah golongan yg hari hari bagaimana memikirkan dan mengusahakan agar yg 72 golongan ini tidak masuk neraka…sunnah yg terbesar adalah kerisaun nabi terhadap ummat..dan usahanya agar ummat selamat..walaupun orang terhadap yahudi nabi sangat risau dan bersedih ketika ada manusia yg mati sedang dia belum punya iman..bukan malah senang kalo orang lain masuk neraka dan mentertawakanya…dan usaha nabi saw..adalah dengan pengorbanan ….bukan dengan debat diinternet…semoga kita diberi kepahamn agama oleh Alloh swt..amin

  17. Surat AN-NISA’: 59
    Ulil amri adalah para Imam dari Ahlul bait (as)
    يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَ أَطِيعُوا الرَّسولَ وَ أُولى الأَمْرِ مِنكمْ

    “Hai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah, dan taatlah kamu kepada Rasul-Nya dan Ulil amri kamu.”

    Yang dimaksud “Ulil-amri” dalam ayat ini adalah Ali bin Abi Thalib (as) dan Ahlul bait Nabi saw.

    Dalam Tafsir Al-Burhan tentang ayat ini disebutkan suatu riwayat yang bersumber dari Jabir Al-Anshari (ra), ia berkata: Ketika Allah menurunkan ayat ini aku bertanya: Ya Rasulallah, kami telah mengetahui Allah dan Rasul-Nya, tetapi siapakah yang dimaksud dengan Ulil-amri yang ketaatannya kepada mereka Allah kaitkan dengan ketaatan kepada-Nya dan Rasul-Nya? Rasulullah saw menjawab:
    Wahai Jabir, mereka itu adalah para penggantiku: Pertama, Ali bin Abi Thalib, kemudian Al-Hasan, kemudian Al-Husein, kemudian Ali bin Al-Husein, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Muhammad bin Ali yang dalam Taurat gelarnya masyhur Al-Baqir. Wahai Jabir, kamu akan menjumpai dia, sampaikan salamku kepadanya. Kemudian Ash-Shadiq Ja’far bin Muhammad, kemudian Musa bin Ja’far, kemudian Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Al-Hasan bin Muhammad, kemudian dua nama Muhammad dan yang punya dua gelar Hujjatullah di bumi-Nya dan Baqiyatullah bagi hamba-hamba-Nya yaitu Ibnul Hasan, dialah yang Allah perkenalkan sebutan namanya di seluruh belahan bumi bagian barat dan timur, dialah yang ghaib dari para pengikutnya dan kekasihnya, yang keghaibannya menggoyahkan keimamahannya kecuali bagi orang-orang yang Allah kokohkan keimanan dalam hatinya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: