Ulama Ahlusunnah Menuduh Para Sahabat Berencana Membunuh Nabi Muhammad saw!

Ulama Ahlusunnah Menuduh Para Sahabat Berencana Membunuh Nabi Muhammad saw!

Ada sebuah dokumen yang rasa-rasanya agak rahasia terlanjur ditulis oleh sebagian ulama Ahluusunnah… dokumen rahasia tentang persengkolan sebagian sahabat (tentunya yang munafik) untuk membunuh Nabi Muhammad saw. dengan menggelincirkan kendaraan yang beliau tunggangi dari atas tebing tajam yang sangat tinggi sepulang beliau dari perang Tabûk. Dokumen kejahatan itu mereka sebutkan terkait dengan tafsir ayat 74 surah at Taubah [9]:

.

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ ما قالُوا وَ لَقَدْ قالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَ كَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ وَ هَمُّوا بِما لَمْ يَنالُوا وَ ما نَقَمُوا إِلاَّ أَنْ أَغْناهُمُ اللَّهُ وَ رَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْراً لَهُمْ وَ إِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذاباً أَليماً فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ وَ ما لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَ لا نَصيرٍ

Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali- kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.

Ketika menerangkan ayat di atas, khususnya: , dan (mereka) mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, para mufassir Ahlusunnah begitu serius melansirkan isu itu… mereka benar-benar telah menuduh ada sekelompok sahabat (yang namanya dirahasiakan) telah berencana dan bermakar jahat hendak mengbahisi nyawa Junjungan kita Nabi Muhammad saw.

Tentang ayat di atas, Ibnu Katsir berkata:

.

و قد ورد أن نفرا من المنافقين هموا بالفتك بالنبي صلى اللّه عليه و سلم و هو في غزوة تبوك، في بعض تلك الليالي في حال السير، و كانوا بضعة عشر رجلا، قال الضحاك: ففيهم نزلت هذه الآية  

“Dan telah datang riwayat bahwa ada sekelompk orang munafik bermaksud membunuh Nabi saw. ketika dalam peperangan tabuk pada salah satu malam dalam perjalanan pulang beliau. Mereka berjumlah belasan orang. Adh- Dhahhâk berkata, ‘Untuk merekalah ayat ini turun.’”

.

Kemudian Ibnu Katsir menyebutkan bukti kebenaran pendapat ini dengan mengutip beberapa riwayat para ulama dalam masalah ini, seperti riwayat al Baihaqi yang telah lewat, riwayat Imam Ahmad, Imam Muslim dan lainnya.

Dalam sebagian riwayat dikatakan bahwa yang bermaksud membunuh Nabi saw. itu adalah seorang dari suku Quraisy!

Dalam tafsir al Jalâlain (tafsir yang paling merakyat di kalangan pesantren-pesantren tradisional di bumi Indonesia) juga dijelaskan demikian ayat tersebut:

.

وَ هَمُّوا بِما لَمْ يَنالُوا من الفتك بالنبي ليلة العقبة عند عوده من تبوك وهم بضعة عشر رجلا فضرب عمار بن ياسر وجوه الرواحل لما غشوه فردوا

“dan (mereka) mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya yaitu untuk membunuh Nabi  di malam ‘Aqabah (tebing) sepulang beliau dari Taubuk. Mereka berjumlah belasan orang. Ammâr bin Yâsir memuluk wajah-wajah kendaraan mereka dan menghalaunya ketika mereka hendak mengerumuni Nabi saw.”

.

Ibnu Jauzi juga menyebutnya dalam tafsir Zâdul Masîr-nya. Ia berkata:

.

و الثاني: أنّها نزلت فيهم حين همّوا بقتل رسول اللّه صلى اللّه عليه و سلم، رواه مجاهد عن ابن عباس، قال: و الذي همّ رجل يقال له: الأسود. و قال مقاتل: هم خمسة عشر رجلا، همّوا بقتله ليلة العقبة.

“Pendapat kedua: Ayat ini turun tentang mereka yang berniat membunuh Rasulullah saw.. demikian diriwayatkan Mujahid dari Ibnu Abbas, ia berkata, ‘Yang berniat membunuh adalah seorang bernama Aswad. Muqatil berkata, ‘Mereka berjumlah lima belas orang. Mereka berniat membunuh Nabi saw. di malam ‘Aqabah.”

.

Al Alûsi dalam tafsir Rûh al Ma’âni-nya juga menegaskan adanya persekongkolan para sahabat untuk membunuh Nabi saw. itu sepulang dari pertempuran Tabûk itu.

Serta masih banya lagi kutipan para ulama Ahlusunnah yang menuduh para sahabat itu telah berencana membunuh Nabi Muhammad saw.

Sekilas Peristiwa Makar Itu

Bersama sahabat kepercayaan beliau; Hudzaifah dan Ammâr bin Yâsir, Nabi saw. menempuh jalan pintas dengan melalui tebing sebuah gunung yang tajam, dan meminta sabahat beliau berjalan melewati jalan biasa. Tetapi ada belasan sabahat munafik membuntuti beliau. Mereka mengenakan penutup wajah. Dengan tujuan sesampainya di atas tebing, mereka akan mendorong kendaraan beliau agar terjungkir jatuh ke dalam jurang. Nabi saw. mengetahui rencana jahat mereka yang membuntuti beliau menaiki tebing itu. Nabi meminta Hudzaifah untuk mengusir mereka! Ia pun bergegas mengusir mereka. Sekembalinya, Nabi saw. bertanya kepadanya, ‘Tahukan engkau siapa mereka? Dan apa rencana mereka? Hudzaifah menjawab, aku tidak kenali wajah-wajah mereka karena mereka menggunakan penutup wajah. Tetapi aku kenali kendaraan-kendaraan milik mereka. Kemudian Nabi saw. memberitahukan kepada Hudzaifah nama-nama mereka dan bahwa mereka itu berencana membunuh beliau dengan menggelindingka kendaraan tunggangan beliau ke dalam jurang! Hudziafah berkata, ‘Mengapa tidak Anda perintahkan saja agar mereka dibunuh? Nabi saw. mengatakan, bahwa beliau tidak mau nanti orang-orang berkata bahwa Muhammad membunuh sabahatnya sendiri!

Untuk menyingkap waktu perhatikan rincian dokumen rahasia ini dalam riwayat para ulama Ahlusunnah!

.

و أخرج البيهقي في الدلائل عن عروة رضى الله عنه قال رجع رسول الله صلى الله عليه و سلم قافلا من تبوك إلى المدينة حتى إذا كان ببعض الطريق مكر برسول الله صلى الله عليه و سلم ناس من أصحابه فتآمروا أن يطرحوه من عقبة في الطريق فلما بلغوا العقبة أرادوا أن يسلكوها معه فلما غشيهم رسول الله صلى الله عليه و سلم أخبر خبرهم فقال من شاء منكم أن يأخذ بطن الوادي فانه أوسع لكم و اخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم العقبة و اخذ الناس ببطن الوادي الا النفر الذين مكروا برسول الله صلى الله عليه و سلم لما سمعوا ذلك استعدوا و تلثموا و قد هموا بأمر عظيم و أمر رسول الله صلى الله عليه و سلم حذيفة بن اليمان رضى الله عنه و عمار بن ياسر رضى الله عنه فمشيا معه مشيا فأمر عمارا أن يأخذ بزمام الناقة و أمر حذيفة يسوقها فبينما هم يسيرون إذ سمعوا وكزة القوم من ورائهم قد غشوه فغضب رسول الله صلى الله عليه و سلم و أمر حذيفة أن يردهم و أبصر حذيفة رضى الله عنه غضب رسول الله صلى الله عليه و سلم فرجع و معه محجن فاستقبل وجوه رواحلهم فضربها ضربا بالمحجن و أبصر القوم وهم متلثمون لا يشعروا انما ذلك فعل المسافر فرعبهم الله حين أبصروا حذيفة رضى الله عنه و ظنوا ان مكرهم قد ظهر عليه فاسرعوا حتى خالطوا الناس و أقبل حذيفة رضى الله عنه حتى أدرك رسول الله صلى الله عليه و سلم فلما أدركه قال اضرب الراحلة يا حذيفة و امش أنت يا عمار فاسرعوا حتى استووا بأعلاها فخرجوا من العقبة ينتظرون الناس فقال النبي صلى الله عليه و سلم لحذيفة هل عرفت يا حذيفة من هؤلاء الرهط أحدا قال حذيفة عرفت راحلة فلان و فلان و قال كانت ظلمة الليل و غشيتهم وهم متلثمون فقال النبي صلى الله عليه و سلم هل علمتم ما كان شأنهم و ما أرادوا قالوا لا و الله يا رسول الله قال فإنهم مكروا ليسيروا معى حتى إذا طلعت في العقبة طرحوني منها قال أفلا تامر بهم يا رسول الله فنضرب أعناقهم قال أكره أن يتحدث الناس و يقولوا ان محمدا وضع يده في أصحابه فسماهم لهما و قال اكتماهم‏

Imam al Baihaqi meriwayatkan dalam kitab Dalâil-nya dari Urwah ia berkata, “Rasulullah saw. puulang dari tabuk menuju kota Madinah, sesampainya di sebagian jalan, sekelompok orang dari sahabat beliau berbuat makar. Mereka bersekongkol untuk menjatuhkan beliau saw. dari atas tebing di jalan itu. Sesampainya mereka di ujung tebing itu, mereka bermaksud berjalan di sana bersama-sama Nabi saw. ketika telah bergabung, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, ‘Siapa yang ingin menempuh jalan lewat perut lembah silahkan, ia lebih lebar untuk kalian!’ Sementara Rasulullah saw. melewati jalan tebing itu. Para sahabat melewati perut lembat kecuali beberapa orang yang berencana berbuat makar terhadap Rasulullah saw. Ketika beliau mendengar pengumuman itu mereka bersiap-siap dan mengenakan penutup wajah dan berencana melakukan makar besar. Rasulullah saw. memerintahkan Hudzaifah bin al Yamân ra. Dan Ammâr bin Yâsir ra.. Keduanya berjalan bersama beliau, Ammâr diperintah untuk memegang kendali kendran beliau, sementra Hudzaifah diminta untuk menuntunnya. Ketika mereka sedang berjalan, mereka mendengar suara suara langkah-langkah mereka (yang bermakar itu). Mereka berusa menerobos rombongan Nabi saw. Beliau marah dan memerintahkan Hudzaifah untuk menghalau mereka. Hudzaifah melihat marah  Rasulullah saw.. Hudzaifah kembali ke belakang dengan membawa tonhgkat kecil untuk menghalau mereka. Hudzaifah menghadap wajah-wajah kendaraan mereka dan memukulnya dengan tongkat itu. Hudzaifah melihat mereka dalam keadaan mengenakan penutup wajah seperti kebiasaan sebagian kaum musafir. Allah menanamkan rasa takut dalam hati mereka ketika mereka melihat Hudzaifah ra. dan mereka mengira bahwa Hudzaifah mengetahui rencana jahat mereka terbongkar. Mereka bercepat-cepat lari dan bergabung dengan orang-orang lain. Hudzaifah ra. kembali kepada Rasulullah saw., setelah sampai, beliau memerintahnya dan Ammâr agar bercepat-cepat menuntun kendaraan beliau sehingga sampai di puncak tebing itu dan setelahnya mereka keluar darinya sambil menanti rombongan lain yang menempuh jalan perut lembah.

Nabi saw. berkata Hudzaifah, ‘Hai Hudzaifah, akapah engkau mengenal seorang dari mereka itu?

Hudzaifah menjawab, ‘Aku mengenali kendaraan-kendaraan itu milik si fulan dan si fulan. Gelapnya malam menutupi wajah mereka di samping itu mereka mengenakan penutup wajah.”

Nabi saw. bersabda, “Tahukan kamu apa mau mereka?”

Tidak. Demi Allah. Jawab Hudzaifah.

Nabi saw. menjelaskan, “Mereka berencana jahat membunuhku. Mereka ikut berjalan bersamaku sehingga ketika sampai di atas tebing mereka akan melemparkanku dari aatasnya.”

Hudzaifah berkata, “Mengapakah tidak Anda perintahkan saja agar kami penggal leher-leher mereka?!”

Nabi saw. “Aku tidak suka nanti orang-orang berkata Muhammad membunuh sahabatnya sendiri.”

Kemudian Nabi saw. menyebutkan nama-nama mereka untuk Hudzaifah dan Ammâr dan meminta keduanya merahasiakan.[1]

.

Riwayat-riwayat senada juga telah disebutkan oleh para ulama seperti Syeikh Jalaluddin as Suyuthi dalam tafsirnya dan lainnya.

Di bawah ini saya sebutkan teks asli riwayat tanpa terjemahan sekedar untuk melengkapi.

  • و أخرج البيهقي في الدلائل عن ابن اسحق نحوه و زاد بعد قوله لحذيفة هل عرفت من القوم أحدا فقال لا   فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ان الله قد أخبرني بأسمائهم و أسماء آبائهم و سأخبرك بهم ان شاء الله عند وجه الصبح فلما أصبح سماهم له عبد الله بن أبى سعد و سعد بن أبى سرح و أبا حاصر الاعرابى و عامر و أبا عامر و الجلاس بن سويد بن الصامت و مجمع بن حارثة و مليحا التيمي و حصين بن نمير و طعمة بن أبيرق و عبد الله بن عيينة و مرة بن ربيع فهم اثنا عشر رجلا حاربوا الله و رسوله و أرادوا قتله فاطلع الله نبيه صلى الله عليه و سلم على ذلك و ذلك قوله عز و جل وَ هَمُّوا بِما لَمْ يَنالُوا و كان أبو عامر رأسهم و له بنوا مسجد الضرار و هو أبو حنظلة غسيل الملائكة

  • و أخرج ابن سعد عن نافع بن جبير بن مطعم قال لم يخبر رسول الله صلى الله عليه و سلم بأسماء المنافقين الذين تحسوه ليلة العقبة بتبوك غير حذيفة رضى الله عنه وهم اثنا عشر رجلا ليس فيهم قريشي و كلهم من الأنصار و من حلفائهم‏

  • و أخرج البيهقي في الدلائل عن حذيفة بن اليمان رضى الله عنه قال كنت آخذ بخطام ناقة رسول الله صلى الله عليه و سلم أقود به و عمار يسوقه أو أنا أسوقه و عمار يقوده حتى إذا كنا بالعقبة فإذا أنا باثني عشر راكبا قد اعترضوا فيها قال فأنبهت رسول الله صلى الله عليه و سلم فصرخ بهم فولوا مدبرين فقال لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم هل عرفتم القوم قلنا لا يا رسول الله كانوا متلثمين و لكنا عرفنا الركاب قال هؤلاء المنافقون إلى يوم القيامة هل تدرون ما أرادوا قلنا لا قال أرادوا ان يزحموا رسول الله صلى الله عليه و سلم في العقبة فيلقوه منها قلنا يا رسول الله الله الا تبعث إلى عشائرهم حتى يبعث إليك كل قوم برأس صاحبهم قال لا انى أكره ان تحدث العرب بينها ان محمدا قاتل بقوم حتى إذا أظهره الله بهم أقبل عليهم يقتلهم ثم قال اللهم ارمهم بالدبيلة قلنا يا رسول الله و ما الدبيلة قال شهاب من نار يوضع على نياط قلب أحدهم فيهلك‏

.

Ibnu Jakfari Berkata:

Kami tidak mengerti bagaimana sahabat yang berencana membunuh Nabi Muhammad saw. juga diyakini keadilannya?

Dan karena kita tidak mengenali nama-nama mereka maka bukankah merisaukan jika kita mengambil agama dari sembarang sahabat? Jangan-jangan mereka yang kita banggakan dan kita jadikan rujukan dan panutan dalam agama termasuk dari mereka yang bermakar terhadap Nabi kita saw.?

Siapa tahu?

Apa yang menjamin kita bahwa yang selama ini kita banggakan ternyata bukan mereka yang bermakar jahat terhadap Nabi penutup, kekasih Allah Muhammad ssaw.?


[1] Tafsir ad Durrul Mantsûr,3358.

24 Tanggapan

  1. Waduuh waduhh biadab benar ya mereka itu!!!
    Mungkinkah mereka kaum beriman? Pasti jawabnya tidak!!! SUmpah tidak mungkin beriman mereka itu!
    Tapi yang aku nggak abis pikir, mengapa ya kaum sunniyun tetap aja percaya kalau seluruh sahabat ajmain itu adil?
    Dan yang heran lagi, pak kiai di kampongku tidak pernah menceritakan kejadian ini!! malu kali?!! sebab sahabat terbukti jahat!!!

  2. SYIAH SETAAAAAAAAAAAAAAAAAN!!!
    ANJIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!!!
    BISANYA MENGHINA SAHABAT!!!
    DASAR PENGIKUT BIN SABA’ YAHUDI DEDEMIT!!!!!!!
    KALAU BERANI SEBUTKAN JUGA HADIS-HADIS KEUTAMAAN SAYYIDINA ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN, THALHAH, ZUBAIR, ABDURRAHMAN BIN AUF, SITI AISYAH, SITI HAFSHAH, ABU HURAIRAH, MU’AWIYAH DAN SAHABAT PADA UMUMNYA!!!!!!
    KALAU BERANI SEBUT JUGA AYAT YANG PUJI SAHABAT!!!
    DASAR NIFAQ!!!!

    • Masya Allah… istighfar lah……..
      jangan tanggapi dengan emosi…
      carilah kitab2 sunni yang bisa meng counter nya
      dan pakai akal anda yang se-benar2nya…..

    • Biasa aja kaleee……..bisanya menghina doang…..

    • Eh..lo ama yang lu sebutin tu,sama…jadi gak usah marah kena jilat lo aja haram..! Lo cari fakta sejarah abu hurairah,sahabat yang utama aja seperti umar,usman siti aisyah & ali menyebut dia penipu & pengoceh.pernah mo pukul sama umar gara2 ngoceh hadis hoaks mulu..
      Sama siti aisyah di gelarin hadis gentong…ha…ha…ha…parah.
      Di masa khalifah Ali dia di bayar sama muawiyah buat ciptain hadis palsu yang meceritakan keutamaan muawiyah( ketua kelompok agkara murka)
      Trus lu2 pada bangga ama tu orang buta apa budek lu..?bego jagan di piara,apa lagi kwadrath…ah,sahabat yang utama aja seperti umar,usman siti aisyah & ali menyebut dia penipu & pengoceh.pernah mo pukul sama umar gara2 ngoceh hadis hoaks mulu..
      Sama siti aisyah di gelarin hadis gentong…ha…ha…ha…parah.
      Di masa khalifah Ali dia di bayar sama muawiyah buat ciptain hadis palsu yang meceritakan keutamaan muawiyah( ketua kelompok agkara murka)
      Trus lu2 pada bangga ama tu orang buta apa budek lu..?bego jagan di piara,apa lagi kwadrath…

  3. maaf pak admin… walaupun kamu bawakan segudang bukti saya tidak percaya dengan itu semua….
    akidah saya mengatakan bahwa seluruh sahabat itu baik-baik!
    maaf ya! cari mangsa orang lain saja!!!!

    • Sepakat dgn Anda. Seluruh sahabat baik dan adil walau sebagian dr mrk saling berperang dan membunuh. Mari kita saling berperang dan membunuh sesuai teladan para sahabat.

  4. mereka itu pasti kaum munafiqun.
    jika tidak maka mungkin mereka mau membunuh nabi?
    Jadi jangan dikatakan sahabat yang adil!!

  5. saya pikir bahwa orang-orang sunni itu adalah pecinta sejati nabi saw dan sunnahnya ternyata mereka juga bangga menyampaikan bahwa ada sekelompok sahabat nabi yang ingin berbuat makar kepada beliau, lantas bagaimana mereka mengatakan bahwa semua sahabat itu adil???? apakah tidak tertutup kemungkinan bahwa justru sahabat-sahabat yang kita sanjung-sanjung selama ini justru mereka itulah yang bermaksud makar kepada nabi????

  6. saya tahu blog ini berusaha untuk mencounter blog-blog wahabi dan salafi, tapi saya mohon pada penulis untuk blog ini untuk menjaga kesatuan umat nabi yang sama-sama kita cintai shallallahu alaihi wassalam, bisa diketahui dalam Quran dan sunnah nabi saw bahwa diantara orang-orang yang hidup dalam masa nabi ada tiga golongan seperti ada dalam surat al-baqarah, yaitu muslim, kafir, dan munafiq. dan saya minta tolong kepada mas admin untuk tidak mengatakan orang-orang munafiq sebagai sahabat karena untuk menjaga kerukunan kita hal ini merupakan hal yang menyakitkan bagi kita, orang sunni. juga dalam kitab-kitab yang anda sebutkan tidak ada ulama tersebut yang menyebutkan bahwa yang hendak membunuh nabi adalah para sahabat, tetapi segolongan orang yang mempunyai niat jahat. ini mempunyai arti bahwa mereka bukan merupakan seorang sahabat, tetapi mereka adalah orang kafir atau orang munafiq. cuma minta tolong agar kalau membuat judul atau isi jangan dengan ahlussunnah menuduh, tetapi sunni menerangkan ada orang munafiq/kafir yang ingin membunuh nabi. karena bukan bernama shahabat bila dia ingin mencelakakan temannya.

  7. Dibutuhkan Segera!!
    Pengikut Ajaran Sesat Rafidah, Syarat:
    1. Orang dungu mudah ditipu
    2. Gak bisa bahasa Arab
    3. Bisa angguk2 kepala doank.

    Lamaran dikirimkan ke situs ini

  8. subhanalloh semoga alloh memaafkan kebencian yang ada didada mereka

  9. entar kalo udah mati n ketemu sama sahabat di neraka baru sadar,..terlambat broo.!!! selamat menikmati kefanatikan.

  10. Wow…..sebuah syubhat yang cukup cerdik dilakukan oleh sang sohibul artikel, untuk melemahkan keyakinan Ahlu Sunnah. Tanggapan dari saya cukup simpel: Untuk orang2 yang berniat melakukan perbuatan tersebut tentunya orang munafik, sehingga bukan termasuk sahabat Nabi SAW yang perlu dimuliakan, kecuali mereka kemudian bertobat & tobatnya diterima oleh Allah swt, simpel aja kan. Dan nggak perlu juga terlalu berlebihan, dengan menduga2 sahabat yang mana yang melakukannya, lha wong Nabi saja membiarkannya kok kita yang jadi ruwet, iya toh???
    Oh iya sedikit tanggapan untuk kalimat pembuka artikel diatas yang berbunyi “Dokumen rahasia yang terlanjur ditulis”…!!! Hua ha ha ha….!!! Ya Sohibul artikel anda lebay banget sih, kebanyakan nonton film agen rahasia / detektif kali ya???oklah klo begitu…..
    Wassalam.

    Ibnu Jakfari:

    Fahami terlebih dahulu definisi sahabat menurut ulama Ahlusunnah sebelum Anda menulis komentar di sini, setelahnya Anda pasti mengatahui apa yang harus Anda tulis!

  11. Asww, na’am, definisi sahabat menurut Ahlu Sunnah adalah seseorang yan hidup satu zaman dengan Nabi SAW, bertemu dengan beliau, kemudian beriman kepada Allah SWT dan RasulNYA, kemudian wafat dalam keadaan beriman dan berislam tersebut. Tolong dibenarkan klo saya salah. Kemudian melihat dari kriteria tersebut, klo orang sudah berencana untuk membunuh Nabi SAW apakah masih masuk kriteria diatas??? Saya rasa tidak…!!! Kecuali sebagaimana yang saya sebutkan diatas, yaitu kecuali klo mereka diberi hidayah oleh Allah SWT sehingga bertobat, dan diterima tobatnya oleh Allah SWT. WaLlahua’lam. Salam Ukhuwwah. Wassalam.

  12. Oh iya, ana sudah beberapa kali ikut berdiskusi disini, tapi karena komentarnya di banyak artikel, jadi lupa sendiri artikelnya yang mana ( he he he…), sehingga mungkin ana nggak sempat baca klo ada jawaban dari antum, tapi akhirnya untuk artikel yang ini, alhamduliLlah bisa mendapatkan respon langsung dari antum, ya akhina Ibnu Jakfari. Ana cukup tertarik untuk bisa berdiskusi secara intens dengan antum, insya’aLlah ana fokuskan di artikel yang ini saja, semoga antum berkenan untuk melanjutkan diskusi ini. Syukron. Wassalam.

  13. difinisi sahabat ya orang yg tdk munafik
    klo munafik ya bukan sahabat
    masalahnya rosulullah sendiri kan tdk diberitahu tentang orang2 munafik sehingga orang yg hidup d zaman rosulullah dinamakan zaman sahabat

  14. krn bisa jadi mereka orang kafir yg menyusup menyamar sebagai sahabat siapa yg tau klo dia bukan sahabat

  15. Allahumma sholli alaa Muhammad wa Aali Muhammad

  16. Ulasan yang membuat anda jadi berpikir..
    1) Siapa saja belasan orang munafik yang disebut dalam hadis diatas?
    2) Adakah kemungkinan, karena ketidaktahuan kita siapa orang2nya, ternyata belasan orang munafik ini juga meriwayatkan beberapa hadis? dan karena “kadung” mencap semua sahabat adalah adil, hadis-hadis tersebut kemudian dihukum “shahih”?

  17. Buat yang penasaran. Ini dia nama nama Sahabat yang berniat membunuh Nabi SAW. Sekedar informasi, yang menyebutkan nama nama ini bukan orang Syi’ah, tetapi ulama Sunni sendiri. Namanya Ibn Hazm Al Andalusia.

    أَنَّ أَبَا بَكْرٍّ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَطَلْحَةَ وَسَعْدَ بن أبي وَقَّاصٍّ رضي الله عنهم أَرَادُوا قَتْلَ النبي صلى الله عليه
    وسلم وَإِلْقَاءَهُ من الْعَقَبَةِ في تَبُوكَ

    Al-Muhali ( Ibn Hazm al-Andalusi )

  18. katanya para sahabat manusia suci .tapi kok. ada ya?sahabat memperkosa istri orang, yang suka mabok….ada juga yang suka bohong. anehnya mereka suci…….hebat dong.?

  19. Salam

    Tolong sebutkan nama-nama para Ashabul Aqabah, biar sekalian jelas.

  20. […] Aisyah Menuduh Nabi Saw. Zalim, Abu Bakar Menamparnya! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: