Munafik Yang Mukmin Sejati Versus Mukmin Waliyullah Yang Fasik Dalam Pandangan Salafi Wahhâbi!

Munafik Yang Mukmin Sejati Versus Mukmin Waliyullah Yang Fasik Dalam Pandangan Salafi Wahhâbi!

.

Menyoal Konsep Keadilan Seluruh Sahabat Versi Sunni Umawi Alias Salafi Wahhâbi

Membangun keyakinan yang batil dengan menumpang kendaraan kebenaran pasti akan banyak mengalami kerancuan dan kontradiksi yang menggelikan dan sekaligus membuktikan kebatilahnya!

Itulah kira-kira yang pasti akan Anda dapati setiap kali Anda menelaah kajian keadilan sahabat yang disajikan oleh pemuja doqma Islam Umawi yang sekarang dengan bangga dilakoni oleh para masyâikh Salafi Wahhâbi yang dengan tanpa rasa malu mengelari diri mereka dengan Ahlil Ilmi/ulama ahli ilmu, sementara gelar itu sendiri tak henti-hentinya menjerit, menangis dan mengeluh karena disandang oleh mereka yang lebih pantas disebut dengan sekumpulan orang  buta dan jahil yang sedang memimpin kaum buta lagi jahil lainnya!

Mereka menjadikan konsep keadilan seluruh sahabat tanpa terkecuali adalah orang-orang yang mukmin sejati, adil/baik dan shaleh dan tidak bertindak dan atau bersikap melainkan murni karena agama dan demi al haq… kerenanya pahala selalu menjadi bonus yang akan mereka terima! Siapapun yang berani mengkritisi mereka berarti ia seorang Zindiq alias kafir atau paling ringan adalah Ahli Bid’ah yang neraka adalah tempatnya!

Dan apabila kita katakan bahwa ada di antara sahabat Nabi saw. itu yang munafik mata-mata mereka segera melotot marah dan vonis Zindiq atau Ahli Bid’ah sudah siap di ujung mulut-mulut mereka! Apa katamu?! Sabahat Nabi Muhammad ada yang Munafik! Enyahlah engkau hai Zindiq! Enyahlah engkau hai ahli bid’ah! Itulah pasti yang akan Anda dengan darti para masyâikh pelestari doqma rezim Umawi terkutuk itu!

Tapi cobalah kita perhatikan beberapa kenyataan di bawah ini:

Abdullah bin Ubay bin Salûl

Jika Abdullah bin Ubay kita ambil contoh kasus, maka kita akan menemukan sederetan keajaiban.

Abdullah bin Ubay Adalah Seorang Sahabat Mukmin!

Dalam sebuah ayat Al Qur’an Allah menggelari Abdullah bin Ubay dan kelompoknya (yang dituduh oleh kaum Salafi Wahhâbi sebagai Munafik) sebagai kaum Mukminin, perhatikan ayat 9 surah al Hujurât:

.

وَ إِنْ طائِفَتانِ مِنَ الْمُؤْمِنينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما فَإِنْ بَغَتْ إِحْداهُما عَلَى الْأُخْرى‏ فَقاتِلُوا الَّتي‏ تَبْغي‏ حَتَّى تَفي‏ءَ إِلى‏ أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما بِالْعَدْلِ وَ أَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطينَ

“Dan jika ada dua golongan dari orang- orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang- orang yang berlaku adil.” (QS. Al Hujurât;9)

Imam Jalaluddîn as Suyûthi dalam tafsir ad Durrul Mantsûr-nya menyebutkan sebuah riwayath shahih tentang sebab turunnya ayat di atas dari riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir, Ibnu Mardawaih dan al baihaqi dari sahabat Anas bin Malik bahwa yang dimaksud dengan dua kelompok kaum Mukmin yang sedang bersengketa sehingga mereka saling serang dengan bersenjatakan batang pelepah korma, sandal bahkan dengan tangan kosong juga adalah Abdullah bin Ubay dan kelompoknya dengan sekelompok kaum mukmin lainnya yang kedua-duanya adalah sahabat Nabi saw.![1]

Ini addalah sebuah kenyataan yang diungkap oleh data riwayat ulama Ahlusunnah. Lalu bagaimana kaum Salafi Wahhâbi mengatakan bahwa Abdullah bin Ubay adalah Munafik?! Sementara Allah dalam Al Qur’annya menyebutnya sebagai Mukmin?! Ini adalah realita!

Saya akan setia menanti tanggapan kaum Salafi Wahhâbi pengikut Ibnu Taimiyah dan pemuja doqmaq Umawi!

Realita kedua:

Tidak cukup dengan hanya menyebut Abdullah bin Ubay sebagai Mukmin dalam ayat di atas, Allah mempertegas bahwa Allah telah ridha kepada Abdullah bin Ubay bin Salûl (sekali lagi Abdullah bin Ubay yang dalam pandangan Salafi Wahhâbi adalah orang terkutuk). Coba perhatikan ayat di bawah ini:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنينَ إِذْ يُبايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ ما في‏ قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكينَةَ عَلَيْهِمْ وَ أَثابَهُمْ فَتْحاً قَريباً

“Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).(QS. Al Fath[48];18)

Berdasarkan pemahaman kaum Salafi Wahhâbi bahwa Allah telah ridha terhadap seluruh mereka yang berbaiat kepada Nabi saw. dalam peristiwa Hudaibiyah. Mereka membaiat Nabi saw. untuk tidak lari dari medan perang dan dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka membaiat Nabi saw. tidak sekedar tidak lari tapi mereka akan membela beliau hingga tetes darah penghabisan yaitu hingga mati.

Terdapat perbedaan riwayat tentang jumlah mereka. Jumlah paling sedikit disebutkan adalah 1300 orang sahabat. Al Halabi menguatkan bahwa jumlah mereka saat itu adalah 1400 sahabat!

Yang penting adalah bahwa Allah dalam ayat di atas menegaskan keridhaan-Nya terhadap mereka yang berbaiat kepada Nabi saw. di bawah pohon. Sampai-sampai kaum Muslimin pun menamakan peristiwa pembaiatan itu dengan bai’atu Ridhwân/baiat keridhaan karena Allah meridhai mereka semua! Nabi pun mempertegas bahwa mereka yang ikut membaiat beliau adalah sebaik-baik penghuni bumi. Para ulama di antaranya Said bin Manshûr,, Bukhari, Muslim, Ibnu Mardawaih, dan al Baihaqi dalam kitab Dalâil an Nubuwwah meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah al Anshâri ra. bahwa Nabi saw. bersabda:

أنتم خيرُ أهلِ الآرضِ

“Kalian adalah sebaik-baik penghuni bumi.”[2]

Lebih dari itu, Nabi saw. menegaskan bahwa mereka yang berbaiat dengan beliau dalam Bai’atu Ridhwân tidak akan masuk neraka!

Para ulama Ahluusunnah seperti Imam Ahmad, Muslim meriwayatkan bahwa Nabi saw, bersabda:

لا يدخل النارَ أحدٌ ممَّن بايعَ تحتَ الشجرة

“Tiada akan masuk neraka seorang pu yang berbaiat di bawah pohon.[3]

Abdullah bin Ubay Termasuk Yang Hadir Dalam Peristiwa Hudaibiyah Dan Membaiat Nabi saw.!

Sebelum keberangkatan ke kota Madinah, Nabi saw. mengumumkan niatan keberangkatan itu dan meminta seluruh sahabat beliau, tidak hanya yang tinggal di kota Madinah saja, untuk bergabung berangkat bersama beliau. Akan tetapi kaum munafik dan kaum Arab Baduwi menolak bergabung bersama Nabi saw. dengan seribu satu alasan. Hal itu disebutkan dalam ayat 11 surah al Fath:

.

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرابِ شَغَلَتْنا أَمْوالُنا وَ أَهْلُونا فَاسْتَغْفِرْ لَنا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ ما لَيْسَ في‏ قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئاً إِنْ أَرادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرادَ بِكُمْ نَفْعاً بَلْ كانَ اللَّهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبيراً

“Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiah)  akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hujurât;11)

Nabi saw. berangkat dengan seribu sekian ratus sahabat beliau menuju kota suci Mekkah yang kemudian dihalang-halangi masuk oleh kaum Musyrik Mekkah di desa Hudabiyah dan yang akhirnya terjadi peristiwa sejarah yang sangat terkenal yaitu perjanjian Hudaibiyah. Abdullah bin Ubay termasuk yang ikut bergabung berangkat bersama Nabi saw.. Banyak bukti sejarah menegaskan keikut-sertaannya dalam peristiwa itu dan juga berbaiat kepada Nabi saw.

Bukti Pertama: Sesampainya di desa Hudabiyah kaum Muslim kehabisan perbekalan air dan kesulitan untuk mendapatkan sumur atau mata air di tempat sekitar. Maka Nabi saw. menampakkan mu’jizat beliau dengan mengambil sedikit sisa air dan berwudhu’ dengannya, beliau berkumur lalu memuntahkan air kumur beliau ke dalam lubang sumur itu dan seketi sumur itu memancarkan air dan para sahabat pun menikmati air sumur itu untuk minum, wadhu’ da lain sebagainya. Ulama menyebutkan data sejarah yang mengatakan bahwa Abdullah bin Ubay termasuk yang berada dekat dengan bibir sumur dan menimba air darinya. Demikian dipastikan oleh Imam Allamah Burhanuddîn al Halabi dalam Sirah Halabiyyah-nya,3/12.

Bukti Kedua: Setelah berhasil menghalang-halangi Nabi saw. dan para sahabat untuk terus masuk ke kota Mekkah, kaum Musyrik/kafir berusaha memecah-belah kesatuan kaum Muslimin dengan banyak cara. Di antaranya dengan menawarkan kepada Abdullah bin Ubay sebuah tawaran menarik yaitu mengizinkan Abdullah bin Ubay untuk masuk kota Mekkah dan tawaf mengelilingi Ka’bah! Tawaran itu ditolak oleh Abdullah bin Ubay. Abdullah bin Ubay berkata, “Aku tidaak sudi tawaf sehingga Nabi bertawaf terlebih dahulu.” Demikian dilaporkan oleh Imam Allamah Burhanuddîn al Halabi dalam sirah Halabiyyah-nya,3/18.

Bukti Ketiga: Seluruh sahabat yang ikut berangkat bersama Nabi saw. dalam peristiwa itu, ikut serta mebaiat Nabi saw. di bawah pohon, tidak seorang pun enggan atau membelot kecuali hanya satu orang sahabat bernama al Jadd bin Qais. Ia bersembunyi di balik badan ontanya. Disinyalir dia seorang munafik! Demikian ditegaskan oleh Imam Allamah Burhanuddîn al Halabi dalam sirah Halabiyyah-nya,3/17.

Jadi, semua keutamaan dan keistimewaan yang diyakini diberikan untuk para sahabat yang membaiat Nabi dalam Bai’atu Ridhwan juga harus diyakini diberikan untuk Abdullah bin Ubay! Lalu bagaimana  masyâikh Salafi Wahhâbi mengatakan bahwa dia seorang munafik terkutuk?!

Ibnu Jakfari:

Saya harap Anda tidak menyalah-pahami apa yang saya maksud di sini, bahwa saya membela Abdullah bin Ubay bin Salûl! Akan tetapi, berdasarkan logika bengkok mereka, bukankan Abdullah bin Ubay berhak mendapat semua yang biasa dibagikan para Salafi Wahhâbi… Taburan mawar merah, pujian, pembelaan dan bahkan kecintaan… ya kecintaan kepada siapapun yang bergelar sebagai sahabat Nabi saw. apalagi sahabat yang ikut serta dalam Bai’at Ridhwân! Walaupun tidak jelas pula siapa yang menggelari si A atau si B atau si C sebagai sahabat!

Sekarang Bandingkan!

Sekarang bandingkan sikap para masyâikh Salafi Wahhâbi terhadap seorang yang tegas-tegas disebut sebagai FASIQ yang juga dimuat dalam surah al Hujurât ayat 6-8 persis sebelum ayat yang menyebut Abdullah bin Ubay sebagai Mukmin ayat 9.

Si FASIQ itu justru mereka banggakan. Semua data riwayat menegaskan bahwa yang dimaksud dengan si FASIQ itu adalah Al Walid bin ‘Uqbah … Tetapi para masyâikh Salafi Wahhâbi membelanya dan memelototi dan menghardik siapapun yang berani menyebut Walid bin ‘Uqbah sebagai si FASIQ!

Bukankah ini sebuah kebelingeran atau katakan saja “kemunafikan”! Mengapa mereka membela si FASIQ Al Walid bin ‘Uqbah dan menelantarkan Abdullah bin Ubay dan tidak sedikit pun membelanya, bahkan ikut serta dalam menghancurkan identitasnya?! Mengapa demikian, padahal keduanya sama-sama munafik?! Jawabannya jelas dan sederhana. Sebab Abdullab bin Ubay bukan dari keluarga bani Umayyah kelurga terkutuk dalam Al Qur’an dan lisan Nabi suci Muhammad saw. yang mana para masyâikh Salafi Wahhâbi telah mawakafkan diri mereka untuk menjadi pembela pohon terkutuk itu!

Munafik tulen atau bukan tidaklah penting dalam kamus kaum Nashibi Salafi Wahhâbi! Yang penting adalah bani Umayyah harus ditampilkan sebagai hamba-hamba pilihan Allah!! Firman suci Allah SWT harus dibuang jauh-jauh jika menggalangi agenda mereka! Jika perlu Nabi Muhammad pun harus dikecam jika berani bersabda membongkar kejelekan Mu’awiyah, Amr bin Ash, Walid bin Uqba dan kaum munafik lainnya! Nabi Muhammad pun harus segera diragukan kemaksumannya jika mulai mengecam bani Umayyah!

Nasihat Kami:

Karenanya doqma keadilan seluruh sahabat Nabi saw. harus Anda segera tinjau ulang… sebab ia berdampak bahaya bagi agama Anda. Janganlah sekali-kali Anda tertipu oleh propaganda bani Umayyah yang menanamkan konsep ini sebagai doqma! Jika Anda tetap mengimani doqma bani Umayyah maka Anda harus juga membela kaum munafik termasuk Abdullah bin Ubay.

Semoga kita semua diselamatkan dari kesesatan bani Umayyah dan dari kejahatan para pengikut mereka yang kini makin mengganas!


[1] Tafsir ad Durrul Mantsûr,6/94-95 riwayat pertama yang disebutkan penulisnya untuk menafsirkan ayat di atas!

[2] Tafsir ad Durrul Mantsûr,6/68 ketika menafsirkan ayat17 surah al Fath.

[3] Ibid. Dan baca juga kitab-kitab lain seperti Sirah Halabiyyah,3/18.

.

ARTIKEL TERKAIT

9 Tanggapan

  1. Salam sejahtera wahai doktrin yahuda. Pertama2 saya ingin mengingatkan disini, bhw seluruh kaum muslimin ahlus sunnah wal jama’ah tdk ada yg mencaci maki para sahabat rasulullah saw seperti yg dilakukan oleh syi’ah seperti anda. Jadi anda jgn mengkotak-kotakkan islam dgn menyebut salafi atw yg lainnya, krn seluruh elemen kaum muslimin apapun mazhabnya, entah itu hanafi, hambali, maliki, maupun yg bermazhab syafi’i seperti saya juga sangat memuliakan para sahabat ra krn rasulullah saw juga memuliakan mrk. Saya heran, knp kaum syi’ah begitu ngotot membela Abdullah bin ubay dan juga Abdullah bin saba’, apakah kalian tdk mengetahui sejarah krn kebodohan kalian? Atau kalian pura2 tdk tahu tentang sejarah kedua intelejen Yahudi ini? Saya jadi mikir, knp tdk sekalian saja kalian katakan bhw SIMON PERES dan BENYAMIN NETANYAHU itu juga sahabat rasulullah saw? Agar dgn demikian menjadi lengkaplah eksistensi doktrin yahudi itu kedalam jiwa dan raga kalian? Sungguh hina dan amat kasihan bila saya melihat org2 awam pengikut syi’ah yg berkomentar membanggakan syi’ah dan ajarann. Nyata sekali kebohannya, hingga dgn mudah ia diperalat oleh sebuah misi besar yg dirancang frofesor2 yahuda. Anda dan kaum awam syi’ah lainnya tak obahnya seperti onta yg cuma bisa manggut2 dan ikut kemana tuannya pergi. Kasihanilah diri anda sendiri, yg terperangkap dlm kesesatan syi’ah. Dan percayalah, keyakinan anda saat ini bukanlah keyakinan yg dimiliki oleh saydina Ali ra ahlul bait itu. Sebab Ali ra bukanlah sosok serakah yg haus kekuasaan, yg akan marah pd bani umayyah krn merasa khilafahnya tlh dirampas?? Itu cuma fitnah dari ulama2 syi’ah kalian, yg notabene mrk adalah pembesar2 yg dekat dgn Tel Aviv. Percayalah, Ali ra adalah insan yg zuhud, santun dan pemaaf. Mustahil Ali ra akan membenci sahabat2 rasulullah saw seperti yg diajarkan ulama2 kalian. Semua itu adalah dusta, yg diajarakan oleh Abdullah bin ubay, Abdullah bin saba’ intel yahudi itu. Hingga ajaran2 mrk sampai kemasa sekarang yg kalian yakini kebenarannya, padahal itu semua dusta-

  2. Wahai saudara2ku tercinta yang Allah Cinta kepada kalian…..janganlah kalian berselisih dan akhirnya terpecah belah karenanya….itu semua hak kalian dalam memahami sebuah keterangan….itu terserah kalian dalam memahaminya…karena KEBENARAN yang pasti nanti di Alam Mahsyar……mari kita semua saling menghargai pemahaman tanpa harus berdebat dan berselisih…saya sebagai seorang MUSLIM sedih sekali membacanya…SEDIH sekali..kiranya Rasulullah masih hidup,maka diapun akan SEDIH…..beristighfarlah dan bertafakurlah bahwa semua ini hanyalah ketentuan di dunia saja..BERSATUlah demi ALLAH dan membela panji2 Agama Allah sebagai tanda kita CINTA kepada ALLAH dan RASULNYA……BERSATULAH wahai saudara2ku umat muslim baik itu SI’ah maupun Sunni….BERSATULAH untuk UKUWAH ISLAMIAH….demi CINTA kita Kepada Allah dan RasulNYA……ALLAH CINTA KALIAN SEMUA SAUDARA2 TERCINTA.

  3. Salam, Untuk anda yg memakai nama Salman Alfarisi, comment anda jauh dari apa yg dibahas dan terkesan ngelantur- saya coba bantu ulang pertanyaan Ibn Jakfari dgn bahasa yg lebih simple; Abdullah bin Ubay dan Walid bin Uqbah adalah para gembong munafiq,..pertanyaannya kenapa hanya Walid bin Uqbah yg dibela oleh para Salafi/Wahabi – Ibn Jakfari menjawab/menyimpulkan hal itu karena Walid bin Uqbah adalah dari klan Bani Umayah – NAH SEKARANG PENDAPAT ANDA WAHAI YG MEMEKAI NAMA SALMAN FARISI APA PENDAPAT ANDA MENGENAI HAL INI,….

  4. Memang kaum munafiq,msh saja anda membela sahabat yg melanggar akan perintah allah,,,subhanallah.. islam itu memisahkan antara yg hak dan bathil tanpa pandang bulu coi…koq begok bnget loe..jangan ngaku islam loe kalau msh saja membela kebathilan…Dasar MUNAFIQ. . .

    Ibnu Jakfari:
    Sunnguh mmeperihatinkan kualitas akal sebagian teman yang tidak mampu memahami tulisa di atas. Baca dan cermati baru komentar… itu jauh lebih membuat Anda terhormat!!

  5. Kenapa kita hrs saling menjatuhkan bahkan mengkafirkan sesama saudara muslim….

  6. Saran sdr Fadil Arif cantik sekali, perlu kita hindari jatuh menjatuh dan kafir mengafir sesama muslim kerana ia akan membawa perpecahan. Lalu kita perlu bersangka baik sesama muslim, justeru mengukuh perpaduan dan membina kakuatan menghadap pihak lawan. Namun musuh kita bukan hanya di luar lingkungan, tapi malahan di dalam selimut juga kedapatan musuh yang terkadang lebih dahsyat dan jahat siap menanti peluang melepas pukulan dari dalam. Banyak kasus yang mana pembunuh tokoh terkenal Isalam adalah di kalangan orang Islam sendiri sepertinya kasus terbunuhnya Imam Ali (as), Usman Affan (ra), Hussain (as) dan lainnya. Justeru hal ini akan terjadi terus-menerus jika kita tidak mengenali siapa kawan atau lawan walaupun sama-sama berada dalam satu kem. Musuh-musuh seperti ini terus bebas memperdaya setiap muslim dan tersangatlah malang kerna ramai muslim yang terpedaya lalu mendukungnya sedangkanorang yang didukung itu mau membunuh atau merosak kebenaran, dan lebih malang lagi dukungan ke atas musuh-musuh dalaman ini berterusan dan diwarisi turun-temurun
    Lalu dengan apa kita bisa mengenal musuh-musuh seperti ini kalau kita senentiasa bersangka baik terhadap mereka kerana merekaadalah saudara-saudara kita sesama muslim. Setiap figur yang mengundang prasangka dan syak perlu diteliti, dengan mencarigali fakta dan bukti kerana bisa terjadi orang yang selama ini disangka musuh sebenarnya adalah kawan, sebaliknya yang disangka kawan, sebenarnya adalah lawan…wassalam

    • bagaimana jika yang jadi musuh dalam selimut adalah syiah sendiri?yang berarti anda sendiri?kalau syiah itu memang benar maka buktikan dengan akhlaq yang baik (tidak munafik).nggak usah terobsesi meluruskan fakta sejarah yang debatable. bolehlah meluruskan, tapi secara terbuka di depan umum. tidak di internet seperti ini, seperti yang dilakukan oleh aliran tertentu yang lain.apakah nabi muhammad dulu secara detail membantah fakta sejarah nasrani? diajak mubahalah saja orang sunni kalau syiah berani.

      Ibnu Jakfari:

      Alhamdulillah, terima kasih akhi, Anda telah memberikan gelar munafik kepada kami Syi’ah! Terima kasih, sebab itu artinya Syi’ah masih Muslim secara formal! Jadi ya perlakukan sebagai orang-orang Muslim… seperti dahulu baginda Nabi Saw. membeprlakukan kaum Munafik dengan perlakukan yang sama dengan kaum Muslimin lainnya!
      Masalah mubahalah… kami Syi’ah siap bermubahalalh dengan siapapun yang meragukan kebenaran Akidah suci kami… tapi sebelumnya saya mau bertanya (agar kita tidak terjatuh dalam lembah BID’Ah DHALALAH: Apakah Nabi Saw. pernah mencontohkan bermubuhalah dengan sesama kaum Muslimin? Jika tidak pernah ya berarti Permintaan Anda itu sudah BID’AH DHALALAH! Saya baru tau kalau Anda itu ahli Bid’ah!

  7. […] Munafik Yang Mukmin Sejati Versus Mukmin Waliyullah Yang Fasik Dalam Pandangan Salafi Wahhâbi! (Terkait Artikel Tentang Al Walid bin Uqbah) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: