Kata Ulama Sunni: Siti Aisyah ra. Mengandalkan Kaum Waria Untuk Memilihkan Calon Istri Bagi Saudaranya!

Kata Ulama Sunni: Siti Aisyah ra. Mengandalkan Kaum Waria Untuk Memilihkan Calon Istri Bagi Saudaranya!

Ketika Abdurrahman, saudara Ummul Mukmini Aisyah berniat untuk menikah, Siti Aisyah segera menemui dan berkonsultasi dengan seorang waria bernama Annah untuk menunjukkan wanita yang cocok untuk dinikahi Abdurrahman; saudaranya!

Ibnu Hajar meriwayatkan dari kitab ash Shahâbah karya al Bârûdi dari jalur Ibrahim bin Muhâjir dari Abu Bakar bin hafsh, bahwa:

Aisyah berkata kepada seorang mukhannas/waria bernama Annah, ‘Sudikah engkau menunjukkan kepada kami seorang wanita untuk kami lamar buat Abdurrahman bin Abu Bakar!  Maka Annah berkata, “Ya.” Lalu waria itu mensifatkan seorang wanita gemol yang badanya padat berisi yang jika ia datang menghadap dengan empat lekukan di bagian perut dan dadanya dan jika ia membelakangi ia tampat berlekuk kedepan. Mendengar ocehan tidak senonoh dan cabul si waria itu, Nabi saw. marah dan segera mengusirnya dari kota Madinah menuju Hamrâ’ al Asad, “Hai Annah keluarlah engkau dari kota Madinah ke Hamrâ’ al Asad, jadikan desa itu tempat tinggalmu!”.[1]

Ibnu Jakfari:

Anda pasti sadar bahwa memilih pasangan hidup adalah untuk membina rumah yang Islami. Tentunya hal itu akan terwujud dengan meminang wanita yang shalehah. Dan untuk mengenali wanita shalehah tentunya dengan berujuk kepada para wanita shalehah yang mengenal gadis-gadis shalehah. Tetapi jika mencari informasi calon pendamping dengan berkonsultasi kepada seorang waria yang jorok tutur katanya dan cabul prilakakunya, maka tidak mungkin kita akan ditunjukkan kepada gadis shalehah…. pasti yang akan kita terima adalah informasi cabul seperti yang di sampaikan si Annah kepada Siti Aisyah!!

Apa kira-kira yang akan diraih Aisyah ra. dengan berkonsultasi kepada si Annah, si waria andalannya itu?

Setujukah dengan apa yang dilakukan Siti Aisyah ra.?

Bukankah riwayat sejarah di atas termasuk penghinaan terhadap Istri Nabi saw.?!

Mengapa ulama Sunni menghina Istri Nabi saw.?! Apa maksud mereka?!


[1] Fathu al Bâri,19398.

4 Tanggapan

  1. Asww Akhina Ibnu Jakfari, afwan sekedar mengingatkan kenapa antum masih saja memuat artikel2 yang bisa merusak ukhuwwah islamiyah seperti ini? Bukankah sebelumnya antum katakan “setuju” dengan fatwa AyatuLlah Khamenei tentang Istri2 Nabi SAW, kenapa sekarang malah antum dengan terang2an “menyerang” kembali atas sosok beliau ra? Apalgi dengan gaya khas antum yang mana judul serta komentarnya, jauh lebih “dahsyat” dari kutipan hadistnya? Lalu yang antum katakan setuju itu setuju atas apa? Afwan ya akhi, bukannnya saya melarang antum untuk berekspresi & berargumentasi, tapi yang ana lihat sekarang ini justru kalangan saudara2 islam dari Syiah Imamiyah, baik tokoh2nya maupun penganutnya di dalam maupun luar negeri sedang gencar2nya menyerukan ukhuwwah dan melarang untuk saling menyerang pemahaman masing2? Kenapa antum justru tidak turut serta dalam hal ini? Maafkan klo ada kata2 saya yang salah. Wassalam.

    ____________________

    Ibnu Jakfari:

    Coba Anda renungkandan pahami apa yang saya tulis, saya hanya ingin mengingatkan bahwa riwayat seperti itu jelas menghina Istri Nabi saw… Lalu mengapakah mereka muat?! Apa memang tujuan mereka menghina Aisyah ra.?

    • @PhsycoMan,

      Wan PhsycoMan, saya tidak mengerti cara berfikir anda, sejarah tentang Aisyah ra dan waria diatas jelas-jelas ditulis oleh ulama suni BUKAN SYIAH jika menurut anda itu penghinaan terhadap Istri Nabi saw maka yang bertanggung jawab adalah ulama suni… jadi sasaran kemarahan anda harusnya ke ulama suni dalam hal ini adalah Ibnu Hajar sebagaimana yang dikutip Ibnu Jakfari…

      Dan jika cerita sejarah seperti ini dianggap HINAAN kepada Istri Nabi saw Aisyah.. maka terbukti bahwa kitab-kitab sunipun banyak menghina istri Nabi.. ini harus diakui…!

      Selanjutnya… sejarah itu bisa benar bisa pula palsu… persoalannya sekarang jika anda menolak, maka tugas anda harus membuktikan bahwa apa yang dibawakan oleh Ibnu Hajar ini palsu…!

      seandainya cerita itu benar, lalu kenapa? apa siti Aisyah ma’shum? tidak bisa berbuat salah… toh cerita-cerita kekonyolan dan hinaan terhadap Nabi saw banyak juga kita dapati di kitab hadis-hadis shahih seperti bukhari dan Muslim… seperti Nabi saw mau bunuh diri, tidak tahan melihat wanita molek dsb dsb (wal-iyadh billah),…
      dan itupun diakui, dishahikan dan dibenarkan oleh para ulama suni.. dengan dalih NABI TOH MANUSIA BIASA!

      tulisan Ibnu Jakfari diatas harusnya menyadarkan anda bahwa di dalam kitab-kitab rujukan sunipun terdapat banyak cerita/sejarah yang terkategorikan sebagai hinaan terhadap istri nabi saw, dan ini harus diakui!

  2. saya setuju dgn sdr.ibn jakfari,…Phsychoman terlalu berlebihan menilai jakfary…justru sy melihat tdk ada sedikitpun kata2 yg menghina istri2 NAbi Saw dari tulisannya IbnJAkfari…sy melihat IJ berusaha mengajak kita utk menilai rasionalitas atau tidaknya tulisan di atas..

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, rasional artinya ‘cocok dengan akal’. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi rasionalitas dan akal. Banyak sekali ayat yang memerintahkan manusia agar berpikir. Bila melihat kepada konsep Islam, kita akan menemukan cukup banyak kejanggalan pada konsep rasionalitas yang dikembangkan Suni pada kitab-kitab para ulama salafnya.

  3. […] Kata Ulama Sunni: Siti Aisyah ra. Mengandalkan Kaum Waria Untuk Memilihkan Calon Istri Bagi Saudaran… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: