Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 1)

Persembahan Buat Para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Dan Para Tukang Fitnah!

  • Awal Perpecahan Umat Islam Dan Peran Abdullah ibn Saba’

Terma awal kemunculan fitnah di masa kekhalifahan Utsman ibn Affan tidak diragukan lagi adalah satu di antara terma sensitif dalam sejarah Islam. Dampak negatif yang ditimbulkannya pun berekor panjang. Fitnah itu pemicu bagi berbagai peperangan yang terjadi di antara para pemeluk Islam!

Banyak kajian telah  disajikan untuk mengungkap faktor penyebabnya. Hampir setiap peneliti yang mengupas sejarah dan problematik Islam melainkan ia menyebutkan bahwa di antara sebab utama perselisihan umat Islam adalah perselisihan dan fitnah yang terjadi di masa kekhalifahan Utsman ibn Affan.

Hanya saja analisa mereka berbeda dalam menetapkan faktok utama apa yang menjadi pemicunya? Masing-masing menyebutkan penyebab yang sesuai dengan kecenderungan dan alirannya. Sebagian cenderung menjadikan sumber-sumber klasik sejarah Islam, seperti kitab sejarah yang ditulis ath Thabari sebagai bahan utama dengan tanpa menyeleksi dan menganalisa secara seksama atau mengurai peristiwa demi peristiwa yang menyertainya dengan analisa obyektif. Mereka memikulkan beban terjadinya fitnah besar itu kepada seorang atau beberapa  oknum, seperti Abdullah ibn Saba’ (si Yahudi yang berpura-pura menampakkan Islam) dan para pendukungnya yang telah termakan oleh fitnah dan hasutannya. Mereka menganggap bahwa Abdullah ibn Saba’ lah yang harus bertanggung jawab atas terjadinya fitnah yang memporak porandakan kesatuan umat Islam dan yang berakhir dengan terbunuhnya Khalifah Utsman ibn Affan dan kemudian berkacamuknya peperangan demi peperangan setalahnya. Dalam luapan keterseretan para pengkaji itu di belakang pandangan yang lahir akibat pengandalan buta mereka terhadap Tarikh ath Thabari yang menelan mentah-mentah informasi ganjil dari seorang periwayat cacat bernama Saif ibn Umar at Tamimi itu mereka lupa bahwa menerima dongeng Saif ibn Umar tentang sebab dalang pemicu terjadinya fitnah dan pemberontakan atas Khalifah Utsman akan menyeret mereka untuk mengakui bahwa umat Islam –dan tentunya di dalamnya terdapat para pembesar sahabat- benar-benar telah dipermainakan dan mereka pun dipecundangi oleh seorang Yahudi muallaf yang menebar makar jahat di tengah-tengah umat Islam!

Keluguan dan kebodohan telah menjadikan mereka terhayut dalam fitnahan Abdullah ibn Saba’ dan siap menjadi pengekor yang akan melancarkan semua agenda jahat si Yahudi munafiq tersebut! Tidak sedikt sahabat Nabi saw. (yang justeru dikenal sangat zahid, taqwa, dan ta’at kepada agama), seperti Abu Dzarr al Ghiffâri, Ammâr ibn Yâsir dkk. benar-benar telah terjerat dalam jaring perangkap dan menjadi pengikut setia sang Yahudi asal negeri Yaman yang baru masuk Islam di masa Khalifah Utsman yang siap mensukseskan agenda  penghancuran kesatuan dan keutuhan umat Islam!

Mereka semau  berpastisipasi dalam menggulingkan dan membunuh Khalifah Utsman dan menebar kekacauan dan perpecahan umat Islam. Sehingga Khalifah Utsman pun mereka bunuh di siang bolong di depan mata para sahabat besar di kota suci Madinah – ibu kota kekhalifahan Islam yang dihuni oleh pembasar sahabat, Ali, Thalhah, Zubair dll. dan ribuan sahabat Nabi saw.- tanpa mereka dapat berbuat apapun untuk mnenyemalatkannya.

Hal ini kelihatannya juga telah membaut bingung para penulis klasik sejarah Islam sehingga mereka terpojok dan akhiranya mencari-cari alasan atas keganjilan itu dengan mengatakan bahwa memang Khalifahh Utsman telah menyerahkan nyawanya sebagai tumbal demi terpeliharanya darah-darah kaum Muslim, seperti yang konon telah diwasiatkan Nabi saw. kepadanya!

Di antara para penulis yang menerima mentah-mentah bahwa Abdullab ibn Saba’ adalah aktor intelektual di balik semua pemberontakan yang berbasis doktrin imamah Imam Ali as. dan yang berakhir dengan dibunuhnya Khalifah Utsman ibn Affan adalah para penulis yang tergabung dalam Lajnah Ilmiah HASMI dalam bukunya Syi’ah Bukan Islam?

Dalam buku tersebut dituliskan:

Salah satu firqoh sempalan yang embrionya mulai bersemi di masa akhir-akhir khilafah ‘Utsman bin Affan ra. adalah firqoh Syi’ah. Pencetus firqoh ini adalah Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi Yaman yang hijrah ke Bashrah kemudian menampakkan ke-Islaman-nya (pura-pura masuk Islam) lalu menyebarkan pemikiran-pemikiran sesatnya di tengah-tengah kaum Muslim. Hasutan Ibnu Saba’ ini menjadi penyebab terbunuhnya Khalfah ‘Utsman bin Affan ra.

Kemudian firqoh ini semakin mengkristal dan menggumpal pada masa kekhalifahan ‘Ali bin Abi Thalib ra. para pengikut firqoh sesat ini disebut Saba’iyah. Mereka sangat mengultuskan ‘Ali bin Abi Thalib ra. hingga sampai pada derajat menuhankannya. Sikap ‘Ali bin Abi Thalib ra. terhadap mereka sangat tegas. Beliau membakar para pengikut ‘Abdullah bin Saba’ tersebut dan mengasingkan tokohnya ke Mada’in (Persia).[1]

Selain mereka, para penulis sektarian yang terbagung dalam Tim Penulis Buku Pustaka Sidogiri juga ngotot mengatakan hal serupa. Dalam uraian panjang lebarnya dalam buku yang berjudul Mungkinkah Sunnah-Syi’ah Dalam Ukhuwah, di antaranya mereka menuliskan ketika berusaha mengaitkan akidah dan kemunculan Syi’ah dengan Abdullah ibn Saba’, “Sebab dalan catatan sejarah perkembangan Islam, peran Abdullah bin Saba’ sudah menjadi rahasia umum. Malah, biang keladi gerakan yang mengobarkan pemberontakan terhadap khalifah Utsman bin Affan ra. ini tidak hanya menjadi bahan dokumentasi ulama Sunni, tokoh-tokoh Syi’ah pun tidak ketinggalan membukukan biografinya.[2]

Tidak sedikit pun faktor penyimpangan dan kebejatan aparat pemerintahan Utsman ibn Affan bertanggung jawab atas munculnya ketidak puasan, Bukan pula ketidak sukaan dan protes-protes atas ketidak beresan dan penyelewengan kekuasan pada masa kekhalifahan Utsman! Sama sekali bukan! Semua beres-beres saja… Semua hanya karena hasutan Si Yahudi bernama Abdullah ibn Saba’!

Pemerintahan berjalan mulus… para pejebat Negara adalah pelayan rakyat yang shaleh dan ta’at terhadap seluruh aturan agama…. Kebijakan keuangan sejalan dengan yang digariskan Islam…. Pelaksanaan hukum Islam juga berjalan rapi dan sesuai Syari’at…  Al hasil, semua serba rapi dan sesuai dengan idealisme pemerintahan yang dicita-citakan oleh Islam… Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafûr, beginilah kata mereka!

 Penyelewengan Kebijakan Khalifah Utsman-lah Pemicu Lahirnya Pemberontakan!

Sementara sebagian peneliti tidak sependapat dengan terori konspirasi yang didalangi oleh Abdulllah ibn Saba’ di atas. Dalam ulasan dan paparannya tentang berbagai peristiwa dan gejolak serta fitnah yang terjadi di masa kekhalifahan Utsman ibn Affan, mereka sama sekali tidak menyebut-nyebut adanya paran Abdullah ibn Saba’ dan antek-anteknya barang sedikit pun.

Mereka justeru membebankan sebab terjadinya fitnah besar yang terjadi itu kepada politik dan kebijakan Khalifah Utsman yang telah menyimpang jauh dan tidak lagi sejalan dengan garis-garis agama dan kepentingan umum masyarakat Muslim! Baik dalam kebijakan keuangan, administrasi, pengangkatan para aparat yang bejat dan tidak beromal dari suku bani Umayyah; keluarga dekat sang Khalifah serta kezaliman yang diakibatkan oleh kesemana-menaan para aparatnya!

Total atau sebagian faktor-faktor disebutkan di atas telah berperan dalam memicu lahirnya revolusi yang menuntut perbaikan kondisi pemerintahan dan berorientasi agama dan keadilan bagi seluruh lapisan rakyat. Dan karena tidak mendapat sambutan dari sang Khalifah meski telah berulang kali menjanjikan niatannya untuk memperbaiki kesalahan-kelasahan fatalnya dalam mengemban amanat kekhalifahan, maka terjadilah apa yang sangat dikhawatirkan oleh banyak kalangan… bahwa kesabaran masyarakat telah habis dan mereka pun dengan dipimpin oleh sahabat dan putra-putra sahabat besar menyegerakan membunuh Khalifah Utsman yang enggan kembali ke jalan dan aturan agama.

Di antara mereka yang menolak peran Abdullah ibn Saba’ dalam mengobarkan fitnah di masa kekhalifahan Utsman yang berakhir dengan terbunuhnya sang Khalifah adalah Allamah muhaddis Muhammad al ‘Arabi at Tabbâni (salah seorang pakar ahli hadis) dalam kitab beliau Tahdzîr al ‘Abqari, ia menegaskan,

“Al Hudhari telah membesar-besarkan perkara Ibnu Saba’ dan menjadikannya sebagai pimpinan dan motor penggerak fitnah terbesar yang dialami Utsman di berbagai wilayah. Di sini ia mengulang-ulang sikap membesar-besarkan itu dengan menjadikan Ibnu Saba’ sebagai satu dari empat faktor terbunuhnya Utsman ra.[3] sementara itu ia (Ibnu Saba’) jauh lebih remeh dan lebih hina untuk berperan sebagai sebab terbunuhnya Utsman apalagi ia sebagai pimpinan fitnah… .[4]

Ia juga mengatakkan, “Ibnu Saba’ di sisi mereka yang menyelami data-data sejarah Islam yang otentik lebih remeh dan lebih hina dari paran yang mereka pikulkan atasnya.[5] Ia juga menegaskan bahwa membenarkan dongeng peran besar Ibnu Saba’ mengandung konsekuensi yang tidak mungkin sanggup dibenarkan. Ia mengatakan, “(menepatkan peran Ibnu Saba’) secara global mengandung tuduhan kepada seluruh bangsa Arab, para sahabat, Utsman dan para aparatnya sebagai orang-orang yang mudah dibodohi.“[6]

Selain Allamah at Tabbâni, Allamah al Mu’allimi penulis kitab al Anwâr al Kâsyifah juga menolak peran Abdullah ibn Saba’ dalam terjadinya fitnah di masa Utsman tersebut.[7]

Untuk lebih lanjut nama di antara dua asumsi di atas yang lebih dapat dipertanggung-jawabkan, mari kita ikuti kajian di bawah ini. Dan sebelumnya, saya meminta ma’af kepada pembaca apabila kajian ini akan sedikit menyita waktu dan perhatian Anda. Namun mengingat urgensinya yang dalam maka hal itu terpaksa dilakukan.

Dan kajian ini akan dilakukan dengan meneliti dua masalah untuk sampai kepada sebuah kesimpulan bertanggung jawab.

Pertama, Aktualitas kisah dan peran Abdullah ibn Saba’ dalam mengobarkan pemberontakan terhadap Khalifah Utsman ibn Affan dan juga kaitannya dalam membentuk dasar-dasar akidah Syi’ah.

Kedua, Beberapa data sejarah masa pemerintahan Utsman ibn Affan yang –setidaknya- tidak boleh diabaikan dalam menganalisa sebab dan faktor semua yang terjadi yang berakhir dengan terbunuhnya sang Khalifah!

Untuk kedua kajian di atas ikuti terus artikel-artikel di blog ini!

Bersambung InsyAllah……


[1] Syi’ah Bukan Islam? Pengantar:viii.

[2] Mungkinkah Sunnah-Syi’ah Dalam Ukhuwah:44.

[3] Analisa serupa dinyatakan oleh panulis Wahhâbi asal Timur Tengah; Utsman al Khamîs dalam kitabnya Huqbatun Min at Târîkh. Sebab pertama adalah fitnahan dan hasutan Abdullah ibn Saba’. Sebab kedua, kemewahan dan hidup berfoya-foya yang dialami kaum Muslim di masa Utsman. Sebab ketiga, kebaikan hati dan kelonggaran sikap yang diberikan oleh Utsman. Sebab keempat, keberatan suku-suku Arab untuk dipimpin oleh seorang Khalifah dari suku Quraisy, (http://www.h-alajmi.com/news.php?newsid=56).

[4] Tahdzîr al ‘Abqari,1/333.

[5] Ibid.292.

[6] Ibid.293.

[7] Al Anwâr al Kâsyifah:134. Buku terebut adalah bantahan atas kitab salah satu kitab Abu Rayyah yang menghujat Abu Hurairah.

_________________________________________________________

ARTIKEL TERKAIT

  1. Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 1)
  2. Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 2)
  3. Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 3)
  4. Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 4)
  5. Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 5)

4 Tanggapan

  1. Semoga laknat Allah ditimpakan kepada gembong penjahat bani Ummayah, yaitu Muawiyah Dan yazid bin Muawiyah..

    Insya Allah.

  2. sukron atas pencerahannya

  3. sangat membantu saya dalam mengetahui sejarah yang sesungguhnya tentang Abdullah bin Saba yang ternyata seorang yahudi… dan sepintas sejarah syiah

  4. […] Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 1) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: