Perbedaan Rukun Iman Syi’ah Dan Ahlusunnah!

Perbedaan Rukun Iman Syi’ah Dan Ahlusunnah!

Upaya Terakhir Membodohi Kaum Awam Persembahan Untuk Para Tukang Fitnah

Semakin banyak Para Penabur Fitnah murahan itu berbicara memfitnah Mazhab Syi’ah semakin tampak kejahilan dan kebangkrutan logika mereka. Kebodohan demi kebodohan dan kekerdilan logika tak hentik-hentinya mereka pamerkan! Kini mereka berupaya membodohi kaum awam bahwa Syi’ah itu sesat dan keluar dari Islam karena rukun imamnya berbeda! Mereka menyebut bahwa:

Rukun [1] Imam Syi’ah Vs Rukun Imam Ahlusunnah!

Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

1)      Syahadatain

2)      As-Sholah

3)      As-Shoum

4)      Az-Zakah

5)      Al-Haj

 Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

1)      As-Sholah

2)      As-Shoum

3)      Az-Zakah

4)      Al-Haj

5)      Al wilayah

2.      Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :

1)      Iman kepada Allah

2)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

3)      Iman kepada Kitab-kitab Nya

4)      Iman kepada Rasul Nya

5)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

6)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*

1)      At-Tauhid

2)      An Nubuwwah

3)      Al Imamah

4)      Al Adlu

5)      Al Ma’ad [2]

Lalu setelahnya mereka menyimpulkan bahwa Syi’ah tidak beriman kepada: Qadha’ dan Qadar, para malaikat dan kitab-kitab Allah!

Ibnu Jakfari:

Alhamdulillah, saya tidak pernah terkejut dengan kejahilan mereka yang memusuhi Ahlulbait Nabi saw dan Syi’ahnya, sebab jika mereka tidak sejahil itu tidak mungkin mereka bergabung bersama kaum munafik untuk memusuhi kebenaran! Tetapi yang saya agak heran, mengapa mereka tidak malu memamerkan kejahilan memalukan yang mencerminkan kebangkrutan logika sehat itu! Mungkin mereka beranggapan bahwa para pembaca tulisan mereka itu adalah kaum sufahâ’ (kaum bodoh lagi dungu) padahal justru merekalah yang sufahâ’. Allah berfirman:

أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لاَّ يَعْلَمُوْنَ

“Ingatlah, sesungguhnya merekalah  orang-orang yang tolol, akan tetapi mereka tidak tahu.” (QS. 2;13)

Dengan logika jongkok kaum kerdil itu, Syi’ah segera dituduh tidak percaya kepada para malaikat, kitab-kitab dan qadha dan qadar! Dan karananya pula Syi’ah divonis sesat dan kafir!

Sungguh hebat “kejelian penyimpulan” kaum Pemfitnah bayaran itu! Karena Syi’ah tidak menyebutnya dalam Rukun Iman mereka maka berarti Syi’ah tidak beriman kepadanya!

Tidak banyak yang ingin saya katakan dalam menjawab kejahilan kaum Pemfitnah itu sebab waktu saya jauh lebih berharga dari menanggapi kejahilan murahan kaum jahil itu. Saya hanya ingin mengatakan:

A) Apa pendapat kalian tentang hadis shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya,1/30 Bab al Imân Ma Huwa wa Bayâni Khishalihi:

Hadis Bukhari:

.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ

(http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&BookID=24&TOCID=40)

.

.

Hadis Muslim

.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَارِزًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكِتَابِهِ وَلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ الْآخِرِ

(http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&TOCID=10&BookID=25&PID=81)

.

Hadis di atas menyebutkan bahwa Rukun Imam itu hanya:

(1) Beriman kepada Allah,

(2) Kepada para malaikat,

(3) Kepada kitab-Nya,

(4) Perjumpaan dengan-Nya,

(5) Kepada para rasul.

Tidak ada sebutan apapun tentang kewajiban percaya kepada Qadha’ dan Qadar?! Apakah berarti Rukun Imannya Rasulullah saw. berbeda dengan Rukun Imannya Ahlusunnah? Sehingga beliau harus dituduh tidak berimam karena tidak mengimani qadha’ dan qadar?! Dan yang lebih konyol lagi, bahwa Rukun Iman itu tidak menyebut-nyebut Keimanan kepada Kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad saw. secara khusus!

B)    Apa Pendapat Anda terhadap hadis shahih dalam riwayat Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya,1/35 Bab al Amru Bil Imân Billah wa rasûluhi, seperti di bawah ini:

.

قَالَ أَمَرَهُمْ بِالْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَقَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَأَنْ تُؤَدُّوا خُمُسًا مِنْ الْمَغْنَمِ

.

“Aku perintahkan kamu agar berimanan hanya kepada Allah! Tahukan kamu apa iman kepada Allah itu? Mereka menjawab: Tidak. Beliau bersabda: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa bulan ramadhan dan membayar khumus (seperlima dari keuntungan/perolehan).”

(http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&TOCID=15&BookID=25&PID=95)

.

Hadis di atas menegaskan bahwa inti keimanan itu sebagai berikut:

(1) Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah,

(2) Dan bersaksi Muhammad adalah Rasul Allah,

(3) Menegakkan shalat,

(4) Membayar zakat,

(5) dan membayar khumus.

Sementara dalam riwayat lain selanjutnya disebutkan poin yang berbeda yaitu: (*) berpuasa bulan ramadha, sehingga pilar keimanan itu menjadi berbeda. Dalam hadis pertama tidak ada sebutan tentang puasa bulan Ramadhan, sementara dalam hadis kedua ada sebutan tentang puasa Ramadhan!

Selain itu, apakan tiga atau empat poin selain beriman kepada Allah dan Rasul-Nya juga termasuk dalam Rukun/Pilar keimanan? Lalu apa bedanya dengan Rukun Islam yang diyakini Ahlusunnah?!

C)    Dalam Rukun Imam Ahlusunnah tidak disebutkan keimanan kepada keadilan Allah yang Maha Adil. Lalu apakah itu berarti Ahlusunnah tidak mengimani bahwa Allah itu Maha Adil. Atau dengan kata lain bahwa Ahlusunnah mengimani bahwa Allah itu ZALIM?!

D)    Jika jawaban kalian mengatakan tidak demikian keimanan kita. Kami beriman bahwa Allah Maha Adil. Lalu mengapakah tidak kalian sebut dalam poin Rukun Imam!

E)     Apapun jawaban para ulama Ahlusunnah terhadapnya itu juga jawaban kami dalam membantah kaum Pemfitnah, khususnya kaum Wahhâbi-Salafi (yang sudah mulai mempekerjakan sebagian uztadz-ustadz Sunni untuk menggempur Mazhab Syi’ah!) ketika mereka menuduh Syi’ah tidak mengimani kitab-kitab para rasul dan qadha’ dan qadar hanya kerena alasan lugu (baca: dungu) bahwa hal-hal tersebut tidak disebutkan dalam poin Rukun Imam Syi’ah!

F)     Jika benar demikian bahwa Rukun Iman kalian adalah seperti yang kalian sebutkan, lalu mengapakah kalian begitu “ngotot” sampai-sampai kerongkongan para penjaual fitnah di atas-atas mimbar naas itu seakan hendak meladak menghujat Syi’ah karena mereka tidak mengimani kekhalifahan tiga Khalifah sebelum Imam Ali as.?! Mengapakah demikian? Bukankan ia bukan bagian dari Rukun Iman? Bahwa sama sekali ia bukan bagian dari keyakinan. Ia bagian dari urusan fikih. Bukankah demikian?! Jika kalian tidak mengerti bahwa masalah imamah/khilafah itu adalah bagian dari masalah furûiyah, maka alangkan jahil dan memalukannya kalian!! Jika sudah mengerti, lalu mengapakah kalian berkelakuan seperti orang jahil?!

G)    Dan akhirnya, saya hendak bertanya, apa yang akan kalian lakukan terhadap hadis-hadis shahih dari Nabi saw. dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang menegaskan bahwa dengan sekedar mengiman Allah dan kerasulan Nabi Muhammad saw. seorang telah dipastikan beriman dan pasti masuk surga?

Akhirul Kalam

Dan akhirnya, saya berharap kalian mau membuka mata kalian untuk membaca ulasan akidah Islam yang ditulis oleh para ulama Syi’ah, baik klasik maupun kontemporer… baca kitab-kitab Syeikh Shadûq, Syeikh Mufid, Sayyid al Murtadha, al Karâjiki, Allamah al Hilli, Khawaja Syeikh Nashiruddîn ath Thusi… juga kitab-kitab Syeikh Muhammad Ridha al Mudhaffar, Syeikh Kyasf al Ghithâ’, Allamah Thabathabai, Syeikh Allamah Ja’far Subhâni, Syeikh Allamah Abdullah Jawadi Amuli, Sayyid Allamah Kamâl al Haidari… pasti kalian akan melihat bagaiamana sebenarnya akidah Syi’ah Imamiyah Ja’fariyah.. dan bagaimana argumentasi naql dan aqli yang mereka paparkan untuk mendukung masing-masing poin akidah yang diyakini… dan akhirnya saya jamin setiap yang berakal pasti mengakui bahwa itulah akidah Islam yang murni, berbasis logika sehat dan nash shahih dan sharih serta jauh dari penyimpangan.

Dari pada bekerja siang malam memerangi agama Allah yang telah dijamin untuk dijaga, dibela dan dimenangkan oleh Allah lebih baik kalian mencari lowongan kerja lain yang lebih terhormat dan tidak mencelakakan dunia akhirat! Itu sekedar saran dari lubuk hati yang ikhlas buat para pedagang fitnah!

Wassalam.


[1] Istilah Rukun Iman itu sendiri sepertinya perlu dipastikan dari mana? Sebab jika istilah itu tidak berbasis nash, maka dikhawatirkan terjebak dalam BID”AH!

30 Tanggapan

  1. Puas_puaskanlah mencari kesalahan terhadap syiah sampai-sampai ngatakan kalau ketemu sm org syiah wajib di bunuh karena mereka gak dapat mengalahkan Syiah tp syiah tidak akan jatuh malah syiah yg tambah pesat di madura dulu org menganut syiah hanya 3kluarga salah satu ada yang meninggal waktu meninggalnya mayatnya di liat masyarakat secara umum para pelayat terkagum-kagum melhat si mayat dalam keadaan bersinar dan mukanya senyum para pelayat kagum dan yang ngatakan belum pernah lhat jenaza seperti ini ahirnya banyak orang belajar syiah pada waktu ustadnya masih abdullah beik

    • setau saya syiah bukan ”Islam”,,! yang pasti dilarang MUI..

      Ibnu Jakfari:

      Salam. Saya sangat salut dengan keluasan ilmu agama Anda… yang melebihi kehebatan ilmu-ilmu para ulama kelas dunia! para ulama kelas dunia mengatakan Syi’ah Islam Anda mengatakan: Setau saya Syi’ah bukan Islam! Barakallah fika ya Mufti!
      Nanti saya akan sarankan agar para ulama Azhar berguru kepada Tuan Biar jadi Alim Ulama seperti Tuan!

      • MUI PUSAT TIDAK PERNAH berfatwa syiah sesat,itu hanya MUI JATIM yg kita knal fatwa nyelenehnya dari dulu yg katanya facebook haram,the master yg jls hanya seni kecakapan haram,dan skrg syiah dgn merujuk kitab2 krgan albayyinat lppi dan bku wahabi ( ini tdk adil) jls MUI JATIM terkena faham wahabiyah syaitaniyah,hei bertobatlah!

      • Setau saya Syi’ah adalah Islam krn mengucapkan 2 kalimah syahadat, meyakini Allah SWT sebagai Tuhannya dan Muhammad Saw sebagai Rasulnya. Bukankah hanya itu syarat awal ke-Islaman…?

    • Salam kenal. Syiah semakin dicaci semakin dicari dan semakin banyak yang mengikuti

    • as.kalau kita udah iman kpd allah,otomatis dgn sifat2 yg ada pdnya juga,kenapa hrs di sebutkan hanya satu sifat,gimana sifat ketuhananya?kalau mau blajar islam jgn satu menu,pelajarilah semuanya dlam semua sisi,sudut,pojok,atas,bawah,samping nanti kita akan mengerti apa yg dimaksut islam sebagai agama,yg menjadi rahmatalli,alamiin,karna islam itu benar,bagus,denganya dapat mengakat drajat manusia baik bdisisi manusia,lebih2 dihadapan sang pencipta,yg salah bukan agama nya ,tapai otak manusia,d prilakunya yg sok menjadi tuhan.sehingga berkedok atas nama agama,yg tanpa membawa nilai2 agama,bahkan keluar dr nilai agma.yg 1.tidak seper ti akhlag rosullilah ,yg dpt tugas utk menyempurnakan aaakhlak manusia,yg sak karepe dewe,krn sifat binatangnya,baik cara hubungan dgn sesama ,d kpd sang pencipta.2 .bit,ah dan taglid yg tidak itu ya hidup saja pd zaman rosululloh,islam itu asal usul hukmi dan ilmu,bentuk algur,an dan alhadist,diamalkan oleh para sahabat,di lanjutkan oleh tabi,in2,para ulama, sampai sekarang,karna islam itu nilainya pd kebaikan,kebenaran.apa guna merebut nama islam? kalau nilai islam di tinggalkan,maka kehanjuran islam itu ya karaena pola pikir dan prilaku arang2 islam /yg mengaku2 islam,/islam islaman yg dibuat jusrtu untuk menghanjurkan islam dari dalam,allohu’lam.3.mrilah kita bersatu krn islam itu seperti tgn satu,stu diantara yg lain,kebenaran ,sorga hanya miliknya.manusia hanya punya keyaqinan,berusaha.mari kita`belajar sampai mati kelak,musyawarah,asah asuh bila tdk paham,ber tafakur dgn akli dn aqli,tentang kebesarannya,sihingga kita mengerti apa maksud agama itu di turunkan ke bumi ini.untk mencapai manusia yg kamil dunya wa ukhron,manusia di nilai bukan karna ilmuny tapi apa yg ia hasilkan dari ilmu ya itu. sekian dulu salam

  2. @saleh,

    Kebalikan sama salafy teroris bomber si noordin m top yang ternyata suka disodomi. Noordin Dan temen2nya ini lebih memilih mati di toilet..

    Ya salafy memang kelasnya sekelas wc toilet

    • as.islam itu adalah menu2 yg disukuhkan dlm satu meja,yaitu islam.untk menikmati menu2 tergantung pada kadar kemampuan orgnya,dlm segi ilmu,pola fikir dan prilakunnya,yg setidaknya jgn keluar dari nilai menu islam itu sendiri. anda masuk menu islam yg mana? dan islam itu apa? apa tujuan islam itu? untk apa isalm? kalau islam hanya di kaitkan tidak utk kemaslahatan,rahmatallil’alamiin,membawa dampak kebaikan dunia akherat,untuk apa anda repot2 be4rebut nama islam sebagai agama? anda bukan tuhan dan pemilik kebenaran, kebenaran manusia terletak dalam kebersamaanya dlm usaha mencari kebenaran,dan menyanrkan apa yg diperolehnya ke pada sang pencipta.memang yg buat slalu repot itu memang manusia ya sendiri,tuhan aja dak repot.karna manusia itu dislimuti sifat sok………….mari kita kembali pd nilai 2 agama,masalah menu diserahkan pd indifidu,karna manusia di ciptakaqn tdk sama,tp jgn meng hilangkan sifat kebersamaan.sesama,marilah teruuuuuus belajar jgn jadi fanatik buta.krn gengsi,kepentingan pribadi,atas nama gfolongqan,ingat islam itu satu,

  3. Labaika Ya Amirul Mukminin, Labaika Ya Husain

  4. @ salafy:
    kalo boleh saran, pls hindari caci maki dan hinaan.
    nggak ada hal positif yang datang dari situ kecuali kepuasan ego anda sendiri, anda dapat menyampaikan pesan anda tanpa bahasa yang kasar.

    untuk kenapa saya nggak meminta hal yang sama kepada saudara saudara kita dari wahbabi, karena dari penglaman selama ini sulit untuk mengharapkan saudara saudara kita ini menggunakan akalnya. jadi kayak ngomong sama tembok.

    hanya saja ada orang dulu yang bilang bahwa dalam tiap tembok ada pintu, jadi usaha dialog harus selalu dibuka.

    ciao.

  5. kebodohan kalian menyebut SYIAH, SUNNI, WAHHABI, ISLAM ADALAH
    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الل
    selebihnya adalah sesuai dengan dalil AL Quran, Hadits, Ijtihad,

    jadi yg adalah ISLAM! kalo begini terus, kalian hanya IKUT memecah umat ISLAM, kalo ada yg lebih dari itu adalah lebih condok pada POLITIK saja

  6. Syiah jelas menyimpang dari Islam. Syiah sama seperti ajaran agama lainnya yang mengagung-agungkan manusia (imam2nya). Padahal diantara manusia yang mereka agungkan juga nggak minta bersikap demikian.

    Syiah juga mengajarkan umatnya untuk mencela dan memaki-maki orang (dalam Islam ini tidak ada). Apalagi yang dicela dan dimaki-maki adalah para sahabat dan istri rasul yang Allah SWT sendiri memuliakan mereka (tapi kenapa mereka malah bersikap sebaliknya dari Allah SWT). Mereka mengaku menjunjung ahlul bait, tapi kok bersikap begini? Jadi nggak heran kalo ajaran Syiah ini membingungkan. Ada yang mengakui quran, ada yang untuk sementara mengakui sambil menunggu quran baru (mushaf fatimah) lewat Imam ke-12 mereka, ada juga yang menolak (karena alquran ini disusun oleh sahabat yang mereka kafirkan dan caci maki itu).

    Imam ke-12 itu hanya satu dari sekian banyak klaim palsu mereka, supaya ajaran Syiah ini msh ada yang mau mendengarnya, makanya mereka, dengan segala argumentasinya, mati-matian minta pengakuan agar disamakan dengan Islam. Orang2 Islam yang mengerti nggak akan tertipu oleh kebiasaan ibadah mereka bertaqiyya / berbohong (taqiyya juga nggak ada dasarnya dalam Quran). Tidak seperti imam2 mereka sebelumnya, sudah diketahui Imam ke-11 mereka mandul jadi nggak punya anak, makanya dari dulu Imam ke-12 dikatakan sembunyi di goa (setelah berabad2). Ajaran Islam tidak seperti ini, krn Islam lewat nabi Muhammad SAW sudah sempurna.

    Saudara-saudara Muslim, hati-hatilah dengan ajaran Syiah. Jangan anda mengikuti suatu tanpa petunjuk dan tanpa mempelajarinya dengan baik.

    • paragraf terakhir anda itu cocok ditujukan buat diri anda sendiri ya tuan @abdullah…yakni kata anda: “jangan anda mengikuti suatu tanpa petunjuk dan tanpa mempelajarinya dengan baik”…dari klaim-klaim anda tentang syiah sangat jelas menunjukkan bahwa anda itu sangat miskin pengetahuan tentang syiah…syiah tidak seperti yang anda simpulkan wahai saudaraku….belajarlah tentang syiah dengan penuh keikhlasan untuk mencari kebenaran dari sumber yang tepat yaitu para ulama syiah dan buku2 syiah…belajar syiah jangan dari ulama suni dan buku2 suni…cam kan itu!…selamat belajar dan sukses untuk anda…

      • Desmon, terima-kasih atas saran anda. Sy hargai bahwa anda mengakui ada perbedaan Syiah dengan Sunni, perbedaan ini tentu ada dasarnya.

        Alhamdulillah saya belajar ttg syiah dari referensi syiah sendiri, yang ternyata juga cocok dengan fakta yang ada dan sejarah, seperti saya jelaskan diatas. Oleh karena itu, hindarilah berkomentar seperti diatas, karena bisa jadi mempermalukan diri anda sendiri. Zaman sekarang orang dengan mudah mendapatkan informasi.

      • bagaimana pemahaman anda tentang nikah mut’ah ??????
        Sudah jelas itu adalah praktek perzinahan yang di legalkan oleh pengikut syiah???????
        itu yang anda anggap bukan sesat??????

        Ibnu Jakfari:

        kang mas! Pamer kebodohan itu tidak sopan lho…. coba baca saja di sini:
        Nikah Mut’ah Antara Hukum Islam dan Fitnah Wahhabi (1)
        https://jakfari.wordpress.com/2007/10/02/nikah-mutah-antara-hukum-islam-dan-fitnah-wahhabi/

      • Saya sudah menjadi syiah dengan dalil2 hadis yg ada di suni. Kitahuilah semua dalil 12 khalifah ada di kitab2 hadis suni.

    • abdulah tanpa sadar sunni wahabi berfaham sprti yg mrka tiduhan k syia,Aswaja mengaku smua sahabat adil dan msuk sorga(trmsk si fasiq walid bin uqbah) brarti stara dgn ideologi syiah yg berkata imam itu maksum tpi jls yg benar itu kami syish,aswaja meyakini bahwa syiah lbih menyukai yahudi dripda sunni,kenyataannya ribuan situs aswaja berkta syiah lbih berbahaya dri kristen dan israel,naudzubillah pdhl syiah berpandangan smua mazhab adlh islam.inilah yg disebut senjata makan tuan

  7. Dalil mengenai ke khalifahan Ali dan dan sebelas khalifah sesudahnya tertulis jelas dalam kitab2 hadis suni, tapi jarang dibahas oleh kalangan suni. Ini karena penguasa2 terdahulu menutup-nutupinya. Sekarang mari kita bahas secara terbuka mengenai ke khalifahan Ali dan 12 khalifah sesudahnya berdasarkan kitab2 hadis suni secara terbuka dan jujur

  8. Assalammualaikum..
    menurut saya kita harus punya 4 hal dalam bersikap masalah ini

    1. Ber – ‘Ilmu
    2. Ber – Amal
    3. Ber – Dakwah
    4. Ber – Sabar

    Terapkan 4 hal tersebut dalam beragama, berbicara, berkomentar dan dalam segala hal kehidupan di mulai dari diri kita sendiri…

    Wassalam…

  9. ustad ahlus sunnah selalu menjawab pertanyaan dengan dalil Al Quran & Sunnah.
    ustad Syiah koq sering pake logika dan emosi yah?
    mohon jelaskan ustad syiah, kenapa di Iran adzannya beda, ga kaya adzan di jaman Rasullullah SAW masih hidup.

    Ibnu Jakfari:

    Apa anda pernah mendengar langsung adzan di zaman Nabi?
    Coba anda perbaiki cara perpikr anda sebab hidayah Allah tergantung akal seorang dan ketulusannya!

  10. sama sok pinter, mau menang sendiri, tapi gak jelas.

  11. Sekedar menambah + mencari informasi
    (Tanpa Maksud Negatif Untuk Mengahkimi)

    Bagaimana tanggapannya dengan ini Pak,

    “Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): “Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

    “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya.”
    — QS. Al-Anbiya`: 19-20

    Hadits Jibril, tentang seseorang yang bertanya kepada Nabi.

    ““Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” …Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.””

    —QS. Al-Baqarah: 136

    Terim’s

    –salam damai–

  12. Sekedar menambah + mencari informasi
    (Tanpa Maksud Negatif Untuk Mengahkimi)

    Bagaimana tanggapannya dengan ini Pak,

    “Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): “Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
    —QS. Al-Baqarah: 136

    “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya.”
    — QS. Al-Anbiya`: 19-20

    Hadits Jibril, tentang seseorang yang bertanya kepada Nabi.

    ““Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” …Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.””

    — HR Muslim, no. 8[6]

  13. […] Perbedaan Rukun Iman Syi’ah Dan Ahlusunnah! […]

  14. Salam mas yg alim…. saya kutip salah satu hadits yg anda katakan ttg rukun iman yg anda permasalahkan…

    “Aku perintahkan kamu agar berimanan hanya kepada Allah! Tahukan kamu apa iman kepada Allah itu? Mereka menjawab: Tidak. Beliau bersabda: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa bulan ramadhan dan membayar khumus (seperlima dari keuntungan/perolehan).”

    Kesalahan anda adalah anda tidak melihat pertanyaan sebelum nabi bersabda…

    “Tahukah kamu apa iman kepada Allah itu?”

    Jadi point2 yang anda katakan rukun iman sebenarnya bukan rukun iman, ia adalah point tentang beriman kepada Allah… Jika kamu beriman kepada Allah maka kamu harus

    1. Syahadatain
    2. Shalat
    3. Zakat
    4. Puasa
    5. Khumus

    Jadi itu bukan rukun iman ya mas….

    Semangat belajar lagi… Wassalam

  15. Yg membedakan Muslim dan Kafir adalah Syahadat jelas kaum kafir juga bermuamalah sama seperti kaum Muslim mrk sembahyang, bersedekah, berpuasa dll. Mari kita berpegang pada. Tali Allah (wahyu), dan Rasulullah (as sunnah). Dan jangan. Kalian mendahului Allah dan rasulullah dan rendahkanlah diri kalian pada Rasulullah ( as sunnah ). Dan. Jgn kalian hianati amanatnya sedang. Kalian mengetahuinya. Jazakullah Khoiron.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: