Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 6)

Saif ibn Umar, Peran Abdullah ibn Saba’ Dan Penghinaan Terhadap Para Sahabat Besar Nabi saw.

Di antara perkara yang sering dilupakan dan tidak dipikirkan dengan seksama adalah bahwa menerima dongeng Saif tentang peran Abdullah ibn Saba’ dalam kaitannya dengan fitnah dan kekacauan politik yang terjadi di masa kekhalifahan Utsman ibn Affan yang berakhir dengan terbunuhnya sang Khalifah di tangan para pemberontak yang mengepung kota Madinah saat itu … menerima paran yang dimainkan Ibnu Saba’ dalam fitnah itu sama artinya kita menghina dan melecehkan para sahabat mulia yang besar jasa, perjuangan dan ketulusan mereka dalam membela Nabi saw. dan agama Islam dan menuduh mereka berblik menjadi orang-orang jahat yang dengan mudahnya pikiran mereka disetani oleh fitnah Abdullah ibn Saba’, sehingga mereka semuanya bangkit mengobarkan perlawanan dan permusuhan terhadap Khalifah Utsman dan menggalang massa untuk menghabisi nyawa sang Khalifah! 

Menerima dongen Saif ibn Umar, sama artinya kita menuduh para sahabat besar itu sebagai orang-orang yang lugu lagi dungu …. Sebab si pendatang asing di dunia Islam dan di tengah-tengah masyarakat Muslim itu benar-benar telah memperdaya akal dan pikiran para sahabat itu untuk menerim hasutan murahan yang dilansirkan Abdullah ibn Saba’ dan menelan mentah-mentah doktrin dan ajakan si Yahudi asing tentang bagaimana menggulingkan pemarinthan Islam dewasa itu!

Inilah yang dimaksud oleh para ulama, yang sebagian keterangan mereka talah saya dinukil di atas bahwa Saif ibn Umar adalah seorang Zindiq yang menghina para sahabat.

Dengan menerima dongen Saif ibn Umar tentang latar belakang dan motivasi pemberontakan atas pemerintahan Utsman kita dibawa jauh dari sebab sesungguhnya … Tidak ada kepincangan dan kekurangan sedikit apapun dari kondisi pemerintahan dan sepak terjang aparat Utsman –yang rata-rata adalah dari keluarga bani Umayyah yang tidak memiliki sedikit pun kelaikan dalam menduduki posisi-posisi tersebut dalam pemerintahan-. Semuanya beres… hanya sekedar hasutan dan fitnahan Abdullah ibn Saba’ melalui para sahabat dan kroni-kroninya yang tersebar di berbagai wilayah pemerintahan Islam, khususnya negeri Mesir dan Kufah… hanya karena hasutan mereka berkobarlah api ketidak-puasan dan akhirnya pecahlah pemberontakan dan Utsman pun mereka bunuh dan setelahnya mereka melarangnya untuk dikebumikan di pekuburan kaum Muslim!!

Mungkin di antara mereka yang menerima –dengan keluguan sikap- dongen yang disebarkan Saif ibn Umar tidak terpikir oleh mereka efek tersebut!

Sesungguhnya menetapkan peran besar untuk Abdullah ibn Saba’ dalam kaitannya dengan fitnah, lebih berbahaya terhadap doktrin penghormatan terhadap para sahabat Nabi saw. (yang selama ini sepertinya menjadi lagu wajib bagi kaum Sunni-Wahabi) dari menolak dongen tengtang peran tersebut. Untuk sekedar membuktikan bagi para pembaca saya akan sebutkan beberapa bukti ringkas dari riwayat-riwayat Saif ibn Umar yang menyebut-nyebut peran Ibnu Saba’ dan fitnah/pengaruh buruknya terhadap para sahabat…

A)        Ammar ibn Yâsir –sahabat agung yang begitu terkemuka, digambarkan oleh Saif ibn Umar dalam riwayatnya sebagai kaki tangan Abdullah ibn Saba’ yang paling diandalkan dalam mengobarkan fitnah atas Khalifah Utsman. Ammâr menyurati Ibnu Saba’ dalam perkara ini. Baca Tarikh ath Thabari, 4/353.

Itu artinya bahwa Ammar ibn Yasir (seorang sabahat agung yang ikut serta dalam peperangan Badar) telah benart-benar bersekongkol dengan seorang Yahudi jahat untuk mengobarkan fitnah dan kekacauan demi tergulingnya kekhalifahan Islam! Di sini, dalam riwayat Saif ibn Umar, sahabat Ammâr digambarkan sebagai seorang yang tidak lagi mengindahkan tuntunan Islam dalam permusuhan terhadap kaum Yahudi dan kecintaan serta kedamaian terhadap kaum Muslim.. Kini Ammâr telah bersekongkol dengan gembong gerakan pengacao demi menumbangkan kekhalifahan Islam!

Akankah kita menerima hinaan seperti itu…

B)          Abu Dzarr al Ghiffari seorang sahabat mulia yang begitu tegas sikapnya dalam membela Islam dan sangat nyata kebenciannya terhadap kaum Yahudi, kini oleh Saif ibn Umar digambarkan menjadi boneka Abdullah ibn Saba’ yang  ia kirim untuk menebar kekacauan di wilayah Syam yang dikepalai Mu’awiyah putra Abu Sufyan. Ibnu Saba’ benar-benar telah merusak pikiran dan keimanan Abu Dzarr dengan doktrin pemerataan harta kaum Muslim dan meracuni pikiran kaum miskin agar menuntut pembagian merata harta kaum Muslimin. Baca dongeng tersebut dalam Târîkh ath Thabari!

C)         Adi ibn Hâtim –seorang sahabat agung- kini digambarkan oleh Saif ibn Umar sebagai perusak yang bersekongkol dengan kaum Yahudi, utamanya Abdullah ibn Saba’ dalam menghalang-halangi upaya mediasi antara pihak Imam Ali as. dan pihak pemberontak yang dipimpinn oleh Zubair, Thalhah dan ‘Aisyah, setelah hampir tercapai sebuah kesepakat yang akan menghindarkan pertumpahan darah kaum Muslim! Baca tuduhan palsu ini dalam Târîkh ath Thabari,4/494 dari riwayat Saif ibn Umar!

D)         Saif ibn Umar menggambarkan Imam Ali as. sebagai seorang yang sangat mendukung gerakan Abdullah ibn Saba’ sampai-sampai sebagai sebuah penghormatan atasnya, Imam Ali as. mengangkatnya sebagai komamdan tempur dalam perang Jamal, ketika Aisyah, TThalhah dan Zubair memberontak! Baca Târîkh ath Thabari,4/505! Jadi dalam pandangan Saif ibn Umar, Imam Ali as. –selaku salah seorang Khalifah yang Râsyidîn- adalah pecinta kaum Yahudi yang bermakar atas kaum Muslim! Kaum Wahhâbi sangat menikmati kepalsuan ini, selagi ia menyakitkan hati kaum Syi’ah! Sebab yang penting bagi mereka adalah menghujat kaum Syi’ah walaupun dengan menghina dan melecehkan Imam Ali as.!

E)            Demikian pula, sekali lagi Saif ibn Umar, memastikan bahwa Ammar ibn Yasir termasuk dari mereka yang bangkit membantai Khalifah Utsman ibn Affân! Ia mengakuinya sendiri. Baca Târîkh ath Thabari,4/482.

F)             Lebih dari itu, Saif menggambarkan Ammâr sebagai sabahat yang dungu (bukan lagi lugu, sehingga dengan mudahnya Abdullah ibn Saba’ menjadikannya tangan pelaksana kejahatannnya), sehingga karena kedunguannya itu ia tidak menyadari apakah ia sedang diangkat Imam Ali as. sebagai Gubenur waliyah Madâin atau wilayah Kufah! Baca Târîkh ath Thabari,4/163.

G)         Seorang sahabat mulia bermana Jundub ibn Zuhair juga tidak selamat dari fitnahan dan kepalsuan Saif ibn Umar dalam riwayatnya … Ia digambarkan sebagai pemberi kesaksian palsu! Târîkh ath Thabari,4/273!

H)         Dalam riwayat Saif ibn Umar (yang dibanggakan kaum Wahhâbi untuk menghujat kaum Syi’ah dan ajarannya), kaum Anshar dituduh sebagai kaum murtad. Târîkh ath Thabari,3/242!

I)                Abdullah ibn Mas’ud (seorang sahabat mulia, ahli al Qur’an dan dihormati Nabi saw.) dan Sa’ad ibn Abi Waqqâsh, kini oleh Saif ibn Umar digambarkan sebagai biang kerok kerusakan, dan kemudian pembangkangan masyarakat Muslim wilayah Kufah terhadap Khalifah Utsman ibn Affân! Sebab mereka berdua mencontohkan pertengkaran atas dasar Jahiliah di hadapan masyarakat Kufah. Târîkh ath Thabari,4/251!

Demikianlah dapat Anda saksikan, bahwa Imam Ali as. dan para pendukungnya, seperti Abu Dzarr, Ammâr, Jundub ibn Zuhair, Adi ibn Hâtim dkk. oleh Saif ibn Umar digambarkan sebagai kepanjangan tangan jahat Abdullah ibn Saba’ dalam menabur firnah di tengah-tengah maysrakat Muslim! Sekali lagi saya katakan, dimanakah mereka yang biasaya mencucurkan air mata buaya meratapi para sahabat Nabi saw. ketika (kata mereka) dihujat kaum pendosa?! Dimanakah tangisan mereka yang senantiasa menangisi kaum fasik seperti al Walid ibn ‘Uqbah, Marwan ibn Hakam dkk.?!

Dimanakah konsep rapuh yang selalu mereka jadikan alat intimidasi, bahwa setiap yang menghina seorang sahabat Nabi saw. maka ia adaalah orang Syi’ah Rafidhah yang jahat?! Seorang Zindiq yang tidak beragama?!

Sepertinya kaidah intimidatif ini tidak akan pernah diberlakukan kecuali atas siapa pun yang berani menyalah-nyalahkan Mu’awiyah, Marwan ibn Hakam, al Walîd ibn ‘Uqbah dan kaum zalim lainnya?! Adapun mereka yang menghinakan Imam Ali as. dan para sahabat setinya, dan menuduh mereka dengan berbagai tuduhan palsu, maka kaidah itu tidak perlu diberlakukan…. Justru hadiah pahala ijtihad harus kita berikan untuknya! Mengapa kita harus membela Imam Ali as.?! Bukankah beliau sudah dibela oleh para pecintanya?! Apa urusan kita (kaum Wahhâbi/Salafi/Nashibi) dengan pembelaan terhadap Imam Ali as.? Itu bukan urusan kami! Kami hanya berkepentingan membela kaum pendosa … mebela bani Umayyah dan antek-antek mereka!

Demikianlah kurang lebih pandangan mereka! Dan atas dasar pandangan seperti itu pula-lah, kaum Wahhâbi/Salafi/Nashibi dan kaum lemah yang sedang tertipu oleh propaganda mereka menghujat habis-habisan para sejarawan yang membongkar beberapa sisi hitam sejarah para sahabat dan Salaf yang mereka banggakan! Seperti sikap ganas mereka terhadap al Waqidi, Abu Mihnaf dkk. Mereka segera dituduh sebagai Syi’ah yang berusaha menaburkan benih-benih penghinaan atas para sahabat yang karenanya riwayat sejarah mereka harus diabaikan bahkan harus dimusnahkan! Sementara Saif ibn Umar (yang telah disepakati sebagai seorang pembohong kelas kakap) dibangggakan da diandalkan! Saif ibn Umar yang dengan riwayat-riwayat palsunya telah menghina para sahabat agung Nabi saw…. , menghina Imam Ali as., Ammâr ibn Yasir, Abu Dzarr, Ibnu Ma’sud, Adi ibn Hatim dkk. ra. sebagai pahlawan sejarah! Demikianlah, sebagian ulama dan para penulis kita benar-benar telah menjungkir-balikan nilai-nilai obyektifitas dalam meneliti! Bagi mereka yang penting Syi’ah harus dihujat… masyarakat harus dijauhkan dari mazhab ini!!

Di sini, saya tidak ingin terhanyut dalam membongkar lebih banyak lagi bukti-bukti penghinaan Saif ibn Umar terhadap para sahabat mulia … sebagai mana saya juga tidak bermaksud mebongkar lebih jauh kecurangan dan ketidak konsistenan sebagian penulis anti Syi’ah yang sedang marak beramai-ramai menjalankan profesinya sebagai penulis bayaran yang menulis untuk kepentingan musuh-musuh Islam yang sedang berusaha ngotot memecah belah kesatuan dan persatuan barisan kaum Muslim dengan mengadu-domba antara dua Mazhab Basar dalam Islam; Sunnah dan Syi’ah…

Mereka yang bekerja mengadu domba antara Sunnah dan Syi’ah atas nama Ahul Sunnah jelaslah bukan dari Ahlu Sunnah wal Jama’ah! Dan juga bukan dari Syi’ah! Ia pasti bekerja untuk musuh-musuh Islam…. Karenanya kita semua harus waspada!

Satu Tanggapan

  1. […] Syi’ah Dan Abdulla ibn Saba’ (Bagian 6) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: