Benarkah ِAhlusunnah Lebih Mengandalkan Pendapat Umar Dari Hukum Allah dan Rasul-Nya?

Buat Kaum Salafi Yang Sok Sunnati!

Dengan memonopoli nama Ahlusunnah, mereka berusaha mempropagandakan bahwa merekalah pewaris sejati ajaran Rasulullah saw.! tetapi, benarkah demikian kenyataannya, bahwa ajaran agama mereka (kaum Sunni) itu murni diambil dari Sunnah Nabi saw.? banyak kekhawatiran bahwa yang demikian itu hanya sekedar propaganda yang untuk sementara waktu mampu menawan pikiran sebagian kaum awam. Namun dengan meneliti lebih dalam hakikat ajaran mazhab mereka akan segera dikethui bahwa tidaklah demikian kenyataaannya.

Kenyataan yang tidak dapat disembunyikan adalah bahwa dalam banyak ajarannya, mereka tidak lagi mengindahkan Sunnah Nabi saw. dan ajaran beliau! Yang mereka percayai sebagai sumber agama bukan lagi Nabi Muhammad saw; Rasul utusan Allah untuk umat manusia. Akan tetapi adalah sahabat Umar bin Khaththab yang sedemikian rupa mereka sanjung setinggi langit, sampai-sampai diunggulkan lebih dari Nabi Muhammad saw.! banyak bukti yang menunjukan kenyataan penyimpangan itu. Namun dalam kesempatan ini saya hanya mengajak Anda menyimak satu bukti saja, sambil menanti sikap dan tanggapan para ulama (bukan awam yang hanya berani komentar tanpa dasar ilmu)!

Hukum Shalat Sunnah Berjamaah!

Telah dibincangkan panjang lebar oleh para ulama Ahlusunnah, tantang manakah yang lebih afdhal, apakah dilaksanakan secara sendirian/tanpa berjamaah, atau yang lebih afdhal dilaksakana secara berjamaah!

Dalamkitab Tahdzîb Fi Fiqhi asy Syafi’i[1], Al Baghawi (yang mereka gelari dengan Muhyisunnah/penyegar Sunnah Nabi saw.):

Apakah shalat sunnah dilaksanakan secara berjamaah atau sendirian? Ada dua pendapat:

Pertama: Lebih afdhal dilaksanakan berjamaah. Karena Umar mengumpulkan mereka dipimpin/diimami oleh Ubay bin Ka’ab.[2]

Kedua: Dilaksanakan sendirin itu lebih afdhal. Karena Nabi saw. shalat beberapa malam di masjid kemudian malam berikutnya hinggga akhir bulan beliau tidak keluar rumah. Beliau berkata: “Shalatlah kalian di rumah-rumah kalian. Karena shalat seorang di rumahnya –selain shalat wajib- itu afdhal/utama.” Dan pendapat pertama itu lebih shahih!

Ibnu Jakfari:

Innâ Lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn. Itu artinya bahwa pendapat Umar lebih benar dan lebih sesuai kehendak Allah ketimbang Sunnah Nabi dan ajaran Allah!

Mereka tidak cukup mensejejarkan Umar dengan Nabi saw. tetapi lebih dari itu, mereka lebih mengutamakan Umar di atas Nabi saw.!

Saya tidak akan berkomentar apa-apa lagi tentangnya! Saya hanya akan menyebutkan ucapan Ibnu Abbas ra. (seorang sahabat mulia, yang tentunya juga harus diagungkan oleh Ahlusunnah, khususnya kaum Wahhabi Salafi yang mengaku sebagai pewaris ajaran Salaf Shaleh!) ketika menghadapi kenyataan bahwa di masa beliau telah banyak orang menjadi sesat karena lebih mengutamakan ucapan Umar dari Sunnah dan ajaran Nabi saw.!

Dalam kitab Zâdul Ma’âd diriwayatkan: Urwah berkata menghujat Ibnu Abbas ra., “Tidakkah engkau takut kepada Allah ketika engkau mengizinkan haji tamattu’. Ibnu Abbas ra. menjawab, ‘Tanyakan ibumu hai Urayyah!’[3] Urwah berkata, ‘Tetapi Abu Bakar dan Umar tidak melaksanakannya!’ Ibnu Abbas ra. berkata, ‘Aku sampaikan kepada kalian hadis Nabi saw. kalian sampaikan kepadaku sikap Abu Bakar dan Umar![4]

Kata Ibnu Abbas ra. Mereka Yang Lebih Mengutamakan Pendapat Abu Bakar dan Umar atas Sunnah Nabi saw. Pantas Dibinasakan Allah!

Demikian Ibnu Abbas ra. menghardik mereka! Dengarkan riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya: ketika mendengar jawaban Urwah yang lebih mengutamakan pendapat Abu Bakar dan Umar atas Sunnah dan ajaran Rasulullah saw.: Aku yakin mereka pasti akan binasa! Aku berkata, ‘Nabi saw. bersabda… ‘ sedangkan dia (Urwah) berkata, ‘Abu Bakar dan Umar melarangnya![5]

Inilah kenyataan mazhab yang memonopoli nama Ahlusunnah wal Jamâ’ah!

Dan selain contoh di atas, Anda dapat menemukan puluhan atau bahkan ratusan contoh lain, bahwa mereka benar-benar mengenyampingkan Sunnah Nabi saw. dan lebih mengedepankan pendapat para sahabat tertentu, khususnya para sahabat yang disanjung penguasa Bani Uamayyah dan Bani Abbas dengan tujuan politis tertentu!

Semoga kita diselamatkan dari penyimpangan dalam agama. Amîn.


[1] Tahdzîb Fi Fiqhi asy Syafi’i,3/232.

[2] Maksudnya pada bulan Ramadhan, kaum Muslimin dikumpulkan oleh Khalifah Umar untuk melaksanakan shalat sunnah berjamaah di masjid dipimpin oleh Ubay bin Ka’ab, seperti dalam riwayat Bukhari dll.

[3] Bentuk tashghir dari kata Urwah sebagai sikap meremehkan Ibnu Abbas ra. kepada si Urwah yang sok pinter dan agamis seperti kebanyakan kaum Salafi yang baru melek agama!

[4] Zâdul Ma’âd,1/257 dan al Mathâlib al ‘Âliyah Bi Zawâid al Masânid ats Tsamâniyah; Ibu Hajar,1/1214.

[5] Musnad Imam Ahmad,1/337 hadis no. 3121 dan Zâdul Ma’âd,1/257.

12 Tanggapan

  1. @jakfari
    salam,..tolong ustadz kupas hadis berikut yg oleh suni salafy nashibi dijadikan hujjah atas berlakunya 2 sunnah dlm islam, yakni sunnah Nabi saw dan sunnah khulafaurrasyidin padahal rukun iman kita hanya berlaku untuk iman kepada Nabi saw saja “..Maka, hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Gigit (pegang erat) sunnah tersebut dengan gigi geraham. Tinggalkanlah hal-hal yang baru, karena setiap bid’ah adalah sesat” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4607; At-Tirmidzi no. 2676; Ahmad 4/126-127; Ad-Darimi 1/44; Ibnu Majah no. 43,44; Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah no. 27; Ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil-Atsar 2/69; Al-Baghawi no. 102; Al-Ajjuri dalam Asy-Syari’ah hal. 46; Al-Baihaqi 6/541; Al-Lalika’i dalam Ushulul-I’tiqad no. 81; Al-Marwadzi dalam As-Sunnah no. 69-72; Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 5/220, 10/115; dan Al-Hakim 1/95-97. Hadits tersebut berkualitas shahih]. Syukron jajakhoeron

    Ibnu Jakfari:
    Insya Allah. Doakan kami punya kesempatan untuk itu!

  2. memangnya itu hadis shahih… saya kok kurang yakin… paling-paling buatan pemalsu aja untuk nandingi hadis tsaqalain…. benera kan ustadz?!

  3. Tuh kan jadi ketauan sakarang kalau bukan Ahlu Sunah Nabi lagi… tapi Ahlu Sunnah Umar!
    wah pak jakfari ini bisa-bisa aja bongkar-bongkar!

  4. jawabnya ya jalas lah… buktinya mereka lebih seneng shalat Tarawih berjamaah… padahal tidak disunnahkan Nabi Saw!

  5. Letakkan sesuatu pd tempat nya…..memang baik sembahyang sunat di dlm ramadhan.itu emang dsarnya ahli hujjah,knpa tidak mehujjah kan klakuan nabi dlm snat mlm sampe bemgkak kaki dlm mlambatkan shalat malam.mnurut rwyat a,isyah…memang dsar ahli fitnah…..astagfirullah hal,azimm.

  6. Bukanya sunah para sahabat menjadi hujah dalam agama?

    • Ada dalilnya? Dan ada dlm alquran? Sdg klian menghina syiah yg menjalankan sunah ahlulbaitnya yg telah jelas mnjdi hujjah dlm agama

  7. He.he. ., apa yg dilakukan Umar sudah mendapat restu dari Nabi Muhammad SAW, dan beliau pun masih ada pada saat itu seperti sholat Tarawih, jd tdk ragu lagi ke shahihannya.., Ok !!!..

  8. ahlu suunah ibn shahak……, haahaahaahaa……..’

  9. hmm sunnahnya khulafaur rasyidin ya sunnahnya Rasulullah, perhatikan lafadz ” ‘Adhdhu ‘alaiha binnawaajidz” perhatikan dhomir “hiya” pada -‘alaiha- dhomir ini menunjukkan sunnahnya khulafa Ar-Rasyidin ya sunnahnya Rasulullah, karna dhomirnya mufrad muannast bukan mutsanna muannast, kalo mustanna muannast berarti sendiri-sendiri,,, faham…..!

    gitu aja kok repot

    Ibnu Jakfari:

    Apa maksud anda sunnah mereka ya sunnahnya rasulullah?
    Apa sama-sama sebagai sumber agama walaupun mereka mengajarkan/mempraktekkan sunnah yang berbeda dengan sunnah Nabi Saw?
    jadi kalau begitu berarti Ahlusunnah punya sumber selain Al Qur’an dan Sunnah Nabi? Apakah demikian sobat?
    Jika semua Sunnah mereka kembar dengan sunnah Nabi saw. lalu apa gunakan dibedakan?
    Selain itu, hadis yang Anda singgung itu tolong Anda buktikan keshohihannya?
    Saya siap berdiskusi dengan Anda dengan syarat Anda jangan menjadi pentaklid buta! Kerahkan segenap kemampuan ilmu hadis Anda> Saya tunggu! Insya Allah , bi ‘aunillah saya akan ladeni.

  10. […] Benarkah ِAhlusunnah Lebih Mengandalkan Pendapat Umar Dari Hukum Allah dan Rasul-Nya? […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: