Keistimewaan Para Perawi Hadis Syi’ah (Bag. 3)

Tanggapan Atas Anggapan Ustadz Idrus Ramli dalam: http://www.idrusramli.com/

2014/syiah-ajaran-yang-penuh-propaganda/.

Keistimewaan Ketiga: Mengadakan Tour Dakwah Menyebarkan Hadis

Jika pada keistimewaan kedua kita saksikan bagaimana para ulama dan ahli hadis Syi’ah melancong untuk menemui para ulama dan tokoh Muhaddis demi mendengar hadis dan mengais ilmu, maka pada lembaran lain keistimewaan-keistimewaan Para Perawi Hadis Syi’ah kita menemukan bahwa mereka juga giat mengadakan Tour Dakwah menyebarkan hadis dan Sunnah Nabi saw. yang disampaikan langsung lisan-lisan suci Ahlulbait as. Tentu menempuh perjalanan di masa-masa itu akan identik dengan pengorbanan, perjuangan dan berbagai kesulitan yang siap menghadang. Namun demikian semua itu tidak mengendurkan semangat mereka untuk menyebarkan hadis.

Di bawah ini, sekedar menyebut contoh, saya akan sajikan beberapa nama para tokoh Ahli Hadis Syi’ah yang berhijrah dari satu negeri ke negeri lain untuk menyebar-luaskan hadis Ahlulbait as.

  • Ibrahim bin Hasyim al Kûfi (Salah seorang Ahli Hadis pertengahan abad ketiga).

An Najjâsyi (W. 450 H) berkata tentangnya: “Ia berasal dari kota Kufah (Irak), lalu berpindah ke kota Qom (Iran)…

Para ulama kami berkata: “Ia orang pertama yang menyebar-luaskan hadis para parawi/ulama Kufah di kota Qom.”

Ibrahim bin Hasyim ini bukan sembarang perawi hadis, akan tetapi ia juga seorang ulama besar dan penulis beberapa kitab kumpulan hadis, di antaranya:

Kitab an Nawâdir,

Kitab Qadhâyâ Amiril Mu’minîn as.

Kitab-kitab karya beliau telah diriwayatkan oleh an Najjâsyi dengan sanad bersambung kepadanya.[1]

Dengan kepindahan beliau ke kota Qom makin bersemaraklah ilmu hadis Syi’ah di kota tersebut.

Hadis-hadis riwayat beliau telah menghiasi kitab-kitab hadis standar Syi’ah seperti al Kafi, Man Lâ Yahdhuruhul Faqîh, al Istibshâr, at Tahdzîb, dll.[2]

  • Ibrahim bin Muhammad bin Sa’îd bin Hilâl bin ‘Âshim bin Sa’ad bin Mas’ûd ats Tsaqafi; Abu Ishaq al Kûfi (W.283 H) Penulis kita al Ghârât.

An Najjâsyi berkata: “Ia berpindah ke kota Ishfahan (Iran) dan menetap di sana. Kisah mengapa ia berpindah ke Ishfahan meninggalkan kota asalnya Kufah adalah: Ketika ia menulis kitan al Ma’rifah, di dalamnya ia meriwayatkan hadis-hadis keutamaan (Ahlulbait as.) dan kecamana atas musuh-musuh mereka, lalu menduduk kota Kufah menganggapnya terlalu berat hadis-hadis yang dimuatnya tersebut. Mereka mengusulkan agar ia tidak menyebutkannya dalam kitab karyanya dan tidak pula menyebarkannya, maka ia berkata: “Kota mana yang paling jauh dari keberadaan orang-orang Syi’ah? Mereka menjawab: “Ishfahan.” Lalu ia bersumpah: “Saya tidak akan meriwayatkan hadis-hadis ini kecuali di kota itu!” kemudian ia berpindah ke sana dan ia mulai menyebarkan hadis-hadis riwayatnya sebagai bukti kemantapan akan keshahihan hadis-hadis tersebut dan kepercayaan diri atas apa yang ia riwayatkan.[3]

Tidak sekedar sebagai parawi hadis Syi’ah, beliau juga seorang ulama yang sangat produktif, terbutki dengan banyak kitab yang beliau tulis. Syeikh an Najjâsyi berkata: “Ia memiliki banyak kitab (karya tulis) yang telah sampai ke tangan kami, di antaranya:

Kitab al Mabda’,

Kitab Sîrah (sejarah Nabi saw.),

Kitab, Ma’rifah Fadhlil al Afdhal,

Kitab Akhbâr al Mukhtâr,

Kitab al Maghâzi (sejarah peperangan Nabi saw.),

Kitab as Saqifah, Kita bar Riddah (kemurtadan),

Kitab Mauqtal Utsman,

Kitab asy Syûrâ,

Kitab Bai’atu Ali as.,

Kitab al Jamal,

Kitab Shiffîn,

Kitab an Nahr,

Kitab al Ghârât,

Kitab Maqtal Amiril Mu’minin as.,

Rasâil wa Akhbâr Amiril Mu’minin as.,

Kitab maqtal al Husain dan pululkan kitab lainnya.

Kitab-kitab karya Ibrahin telah sampai ke tangan Syeikh an Najjâsyi dengan sanad bersambung kepada penulisnya.[4]

Pada mulanya ia bermazhab Syi’ah Zaidiyah kemudian setelah berdiskusi dengan beberapa tokoh ulama Syi’ah ia mantap untuk meyakini Mazhab Syi’ah Imamiyah dan meyakini dua belas Imam suci Ahlulbait Nabi as.

Hadis-hadis riwayatnya telah menghiasi berbagai kitab hadis standar Syi’ah di berbagai bab dan masalah.[5]

  • Abdullah bin Ja’far bin Husain bin Malik al Himyari; Abul Abbas al Qummi.

An Najjâsyi berkata tentangnya: “Beliau adalah Syeikhul Qummîyyîn wa wajhuhum (Maha Guru dan tokoh panutan ulama Qom). Ia berkunjung ke kota Kufah pada tahun dua ratus sembilan puluh sekian. Dan penduduknya mendengar (meriwayatkan) hadis darinya dan mereka berbanyak-banyak menimba ilmu darinya.”

An Najjâsyi juga menjelaskan bahwa beliau telah menulis banyak buku, di antaranya:

Kitab al Imâmah,

Kitab ad Dalâil,

Kitab at Tauhid,

Kitab al badâ’,

Kitab al Irâdah wa al Istithâ’ah wal Ma’rifah,

Kitab Qurbul Isnâd Ilâ ar Ridha as.,

Kitab Qurbul Isnâd Ilâ Abi Ja’far bin ar Ridha as. dan banyak buku lainnya.

Dan seluruh buku karyanya telah sampai ke tangan Syeikh an Najjâsyi dengan sanad bersambung kepada penulisnya.[6]

Abu Ghâlib ar Zurâri telah menyebutkan bahwa tahun kunjungan beliau ke kota Kufah tepatnya pada tahun 297 H.[7]

Hadis riwayat beliau telah menghiasi berbagai kitab hadis standar Syi’ah.[8]

  • Muhammad bin Ya’qûb bin Ishaq; Abu Ja’far al Kulaini (W. 329 H)

Al Kulaini adalah tokoh agung Syi’ah di masanya. Ia bersalah dari kota Ray (pinggiran Teheran sekarang). Setelah menuntut ilmu di kota kelahirannya dan beberapa kota besar ilmu Syi’ah ia tinggal di Baghdad –ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah saat itu-. Di sana ia menyebarkan ilmunya dan meriwayatkan hadis kepada para santri dan ulama Syi’ah.[9] Beliau juga mengadakan perjalanan safari dakwah ke negeri Syam tepatnya ke ibu kota Damaskus dan Baklabakka.

Safari beliau ke negeri Syam telah dicatat oleh ulama besar Ahlusunnah; Ibnu Asâkir dalam Târîkh Damasqus-nya.[10]

Karya beliau kitab al Kâfi adalah salah satu dari empat kitab hadis standar Syi’ah yang paling diagungkan dan dirujuk hingga hari ini.

Sengaja kami tidak hadirkan berbagai pujian ulama Syi’ah terhadap beliau dan kitab al Kâfi karya beliau demi ringkas pembahasan dana agar tidak melebar keluar tema inti.

  • Ahmad bin Muhammad bin Ja’far; Abu Ali ash Shûli al Bashri.

Pada tahun 353 H ia berkunjung ke kota Baghdad dan para ulama pun menimba ilmu darinya.

Beliau telah menulis beberapa buku, di antaranya: Akhbâr Fatimah as. Demikian diterangkan oleh an Najjâsyi.[11]

  • Muhammad bin Ali bin al Husain al Qummi yang dikenal dengan nama ash Shadûq (w.381 H).

Beliau tinggal di kota Ray. Dan berkunjung ke kota Baghdad pada tahun 355 H. sebagai seorang tokoh ulama Syi’ah, kedatangan beliau disambut hangat oleh para ulama Syi’ah, mereka menimba ilmu dari beliau kendati saat itu usia beliau terbilang sangat muda.[12]

Beliau salah seorang ulama besar dan tokoh sentral Syi’ah di masanya dan sangat produktif menulis puluhan kitab, di antaranya:

Man Lâ yahdhuruhul Faqîh (satu dari empat kita hadis standar Syi’ah),

at Tauhîd,

al Khishâl,

Ilal asy Syarâi’ dan puluhan lainnya.

Demikianlah sekelumit sejarah penyebaran hadis Ahlulbait as. yang dilakukan oleh para tokoh ulama dan para pembesar ahli hadis Syi’ah. Dan selain mereka tentu masih banyak contoh-contoh lain…

Semoga sedikit keterangan ini dapat menambah pengetahuann kita tentang sejarah hadis di kalangan Syi’ah.

(Insya Allah Bersambung)

____________

[1] Rijâl an Najjâsyi:16, no.18.

[2] Jâmi’ ar Ruwât; Allamah Muhammad bin Ali al Ardebili al Gharri al Al Hâiri,1/38.

[3] Rijâl an Najjâsyi:16-17, no.19.

[4] Ibid.

[5] Jâmi’ ar Ruwât,1/32.

[6] Rijâl an Najjâsyi:219, no.573 dan Jâmi’ ar Ruwât,1/478.

[7] Risâlah Abi Ghâlib az Zurâri:149.

[8] Jâmi’ ar Ruwât,1/478-479.

[9] Lisân al Mîzân; Ibnu Hajar al Asqallâni,5/433, no.1419.

[10] Târîkh Damasqus,56/297 no.7126.

[11] Rijâl an Najjâsyi:84, no.202.

[12] Ibid.389, no.1049.

3 Tanggapan

  1. Bagus tulisan ini. Sejuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: