Kuliah Akhlak [16]: Kafakiran Dan Kemiskinan

Kuliah Akhlak: Kafakiran Dan Kemiskinan

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Wahai Anda yang miskin, jangan engkau sedih dengan kemiskinanmu, sebab hiasannya bagi orang mukmin lebih baik dari tali kekang untuk kuda. Semua orang rindu surga sementara surga rindu kepada kaum miskin.

Cukuplah penghibur bagi si miskin sabda Rasulullah saw.:

الفَقْرُ فَخْرِيْ.

“Kefakiran adalah kebanggaanku.”

الفَقْرُ فَخْرِيْ وَ بِهِ أَفْتَخِرُ.

“Kefakiran adalah kebanggaanku, dan dengannya aku berbangga.”

أَلَّلهُمَّ أَحْيِنِيْ مِسْكِيْنًا، وَ أَمِتْنِيْ مِسْكِيْنًا، و احْشُرْنِي فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ.

“Ya Allah, hidupkan aku dalam keadaan miskin dan matikan aku dalam keadaan miskin, serta bangkitkan aku dalam keadaan miskin.”

Dan telah datang dalam hadis:

مَنْ سَعَى على عِيالِهِ مِنْ حِلِّهِ فَهو كالْمُجاهِدِ في سَبِيْلِ اللهِ، و مَنْ طلَبَ الدنيا حَلاَلاً في عفافٍ كان في درجَةِ الشُهَداءِ.

“Barang siapa berupaya untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya dari jalan yang  halal maka ia seperti sang mujahid yang berjuang di jalan Allah. Dan barang siapa mencari nafkah yang halal dengan menjaga diri maka ia berada satu tingkatan dengan para syuhadâ’.”

Telah diriwayatkan dari Imam [Ja’far] as Shadiq  as., beliau bersabda:

إِنَّ اللهَ _ جَلَّ ثَناؤُهُ_ لَيَعْتَذِرُ إلى عبدِهِ الْمُؤمِنِ فِي الدنيا كما يَعْتَذِرُ الأَخُ إلى أخيهِ، فيقول: وَ عِزَّتِيْ و جلالِيْ، ما أَحْوَجْتُكَ فِي الدُّنْيَا مِنْ هَوانٍ كان بِكَ علَيَّ ، فَارْفَعْ هذا السَّجَفَ لِتَنْظُرَ إلى ما عَوَّضْتُكَ مِن الدنيا. قال: فيقولُ: ما ضَرَّنِيْ ما مَنَعْتَنِيْ مع ما عَوَّضْتَنِيْ.

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung Pujiann-Nya akan meminta uzur kepada seorang hamba mukmin yang butuh dalam dunia ini seperti seorang saudara meminta uzur kepada saudaranya. Dia berfirman, “Demi kemulian dan keagungan-Ku, Aku tidak membuatmu papah/butuh kepada dunia karena kehinaanmu di sisi-Ku, maka singkaplah tirai ini dan lihatlah apa yang Aku gantikan untukmu dari dunia ini!” Lalu ia menyingkapnya seraya berkata, “Tiada merugikan aku apa yang Engkau cegah dariku di sisi apa yang Engkau gantikan untukku.” [1]

Dari Amirul Mukminin as. beliau bersabda:

مُلُوْكُ الدنيا و الآخِرَةِ الفُقَراءُ الراضُوْنَ.

“Para raja dunia dan akhirat adalah kaum fakir yang puas (tidak mengeluh atas kemiskinannya_pen).”[2]

___________

[1] Bihar Al Anwar,72/25.

[2]Tashnîf Al Ghurar:366 hikmat 8243.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: