Gara-gara Tidak Mau Ta’at Kepada Umar, Allah Mengancam Akan Menyiksa Rasulullah Muhammad Saw!

Gara-gara Tidak Mau Ta’at Kepada Umar, Allah Mengancam Akan Menyiksa Rasulullah Muhammad Saw

Seringkali kita menemukan kajian ulama Ahlusunnah tentang apakah Nabi berijtihad atau tidak; semuanya terikat dengan bimbingan wahyu suci, kita menemukan bahwa mayoritas atau boleh jadi seluruh ulama Ahlusunnah menerima konsep ijtihad Nabi saw…. bahkan lebih jauh mereka dengan bangganya mengatakan bahwa betapa sering Rasulullah saw. salah dalam berijtihad, sehingga Allah menegurnya bahwa mengancamnya dengan siksa sementara para sahabat ijtihadnya benar dan diapresiasi Allah.

Sepertinya ada komposisi yang selalu bersandingan, merendahkan kewibawaan Nabi saw. dan kenabian, dan pengagungan sahabat… seakan tidak absah mengagungkan sabahat tanpa menjatuhkan dan melecehkan wibawa Nabi saw…. atau memang demikian adanya ketika keagungan itu diukir dengan pahat kepalsuan. Baca lebih lanjut

Keistimewaan Para Perawi Hadis Syi’ah (Bag. 7) Membongkar Hadis-hadis Palsu

Keistimewaan Para Perawi Hadis Syi’ah (Bag. 7) Membongkar Hadis-hadis Palsu

Tanggapan Atas Anggapan Ustadz Idrus Ramli dalam: http://www.idrusramli.com/

2014/syiah-ajaran-yang-penuh-propaganda/.

Para ulama Islam, baik Syi’ah maupun Ahlusunnah sepakat meriwayatkan dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda akan banyak banyak pembohong yang berbohong atas nama beliau, dan beliau mengancam para pemalsu hadis itu dengan neraka. Bakhan tidak sedikit yang memastikan bahwa hadis tentangnya adalah mutawâtir.

Nabi saw. bersabda:

كثرت الكذابةُ علَيَّ , فَمَنْ كذب علَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْتَبَوَّأْ مقْعَدَهُ مِنَ النارِ

“Akan banyak para pendusta atas namaku, maka barangsiapa berdusta atas namaku hendakanya ia bersiap-siap menampati tenpatnya di neraka.”

Namun kendati demikian karas ancaman Nabi saw atas para pemalsu hadis beliau tetap saja para penjual agama dan menjaja hawa nafsu itu berani memalsu atas nama Nabi saw.

Hadis Mawhdû’, Motivasi Pemalsuan dan Macam-macam Pemalsu

Dalam kitab Al Mawdhû’ât-nya, Ibnu Al Jauzi (seorang ulama Ahlusunah yang sangat produktif menulis banyak kitab) mengklasifikasikan kualitas hadis menjadi enam tingkatan; Keempat, adalah hadis yang terdapat kelemahan di dalamnya akan tetapi masih dapat ditoleransi, ia adalah hadis Hasan… Kelima, hadis yang sangat lemah, banyak kegoncangannya. Sikap para ulama’pun berbeda tentangnya ada yang menganggap dekat dengan status hasan dan ada pula mengelompokkannya dalam hadis Mawdhû’ (palsu). Baca lebih lanjut

Gawat! Istri Tercinta Nabi saw. Menvonis Kafir dan Memerintah Membunuh Menantu Nabi saw.?!

Gawat! Istri Tercinta Nabi saw. Menvonis Kafir dan Memerintah Membunuh Menantu Nabi saw.?!

Hubungan yang terjalin antara Aisyah; istri Nabi saw. dan Utsman; Khalifah ketiga yang juga menantu Nabi saw. berjalan wajar-wajar saja, tidak ada ketegangan! Bahkan tampak harmonis, akrab dan saling mendukung! Terpilihnya Utsman sebagai Khalifah ketiga dalam sebuah sandiwara Syûrâ Sudâsi[1] dilihat oleh banyak kelompok sahabat Quraisy dan suku-suku yang berkoalisi dengannya sebagai kelanjutan dari kekhalifahan dua Khalifah sebelumnya. Pandangan Siti Aisyah tidak jauh dari pandangan umum partai Quraisy! Baca lebih lanjut

Pengkhianatan Sekte Salafi Wahhâbi Terhadap Salaf Shaleh!

Pengkhianatan Sekte Salafi Wahhâbi Terhadap Salaf Shaleh!

Tidaklah mudah menawarkan hidayah Allah kepada para pengikut sekte Salafi Wahhâbi, sebab sumber hidayah ilahi utama; al Qur’an al Karîm sudah mereka nomer-sekiankan, setelah riwayat (tidak terlalu penting kualitas shahih tidaknya) dan ucapan para pembesar kaum Salaf Shaleh (itupun mereka pilih yang kira-kira dapat mendukung atau paling tidak yang tidak merugikan dokma mereka!!)…

Ini adalah kenyataan betapa pun pahit dirasa dan berat diterima! Baca lebih lanjut

Hakikat Sejarah Yang Dirahasiakan Demi Politik dan Ideologis!

Hakikat Sejarah Yang Dirahasiakan Demi Politik dan Ideologis!

Penulisan sejarah Islam benar-benar telah dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik dan ideologis. Banyak data-data sejarah dirahasiakan demi meloloskan sederatan agenda ideologis sebagaimana tidak sedikit kepalsuan dipasarkan dengan serius juga demi membangun kesimpulan-kesimpulan tertentu yang diharapkan mampu membangun ide-ide politik dan kemazhaban tertentu.

Tulisan ini tidak bermaksud menyajikan secara tuntas masalah ini. ia hanya akan menyajikan beberapa contoh yang diharap dapat menjadi pembuka wawasan baru yang sehat dan bertanggung jawab dalam mengkaji sejarah Islam jauh dari kepentingan dan tujuan apapun selain menemukan kebenaran sejarah sejati dan hakikan apa yang terjadi… Baca lebih lanjut

Bukti Keberanian Sayyidina Umar!

Bukti Keberanian Sayyidina Umar!

Para pemuja kepahlawanan dan keberanian Sayyidina Umar ibn al Khaththab banyak kisah yang mencengangkan…. Di antaranya yang sangat dibanggakan adalah kebaranian Sayidina Umar ketika ia hendak berhijrah meninggalkan kota Mekkah ke kota Madinah…. Semua sahabat Nabi saw. berhijrah dengan sembunyi-sembunyi, tidak terkecuali Nabi sendiri, sementara Sayyidina Umar dengan begitu beraninya mengumumkan niatannya untuk berhirjah seraya menantang para pendekar Quraisy, siapa yang ingin istrinya menjadi janda dan anak-anaknya menjadi yatim hendaknya ia menghalanginya untuk berhijrah. Dan benar, tidak seorang pun berani menghalangi Sayyidina Umar!! Sebab tidak seorang pun dari pendekar Quraisy yang ingin mati di tangan Umar “Sang Pendekar Andalan Nabi saw.”! Baca lebih lanjut

Lima Belas Bukti Palsu Khilafah Abu Bakar (9)

Persembahan Buat Kaum Salafiyah Wahhabiyah dan Blog Haulasyiah!

Kisah Abu Bakar Menjadi Imam Shalat Di Hari-hari Akhir Hidup Nabi saw. adalah Kisah Kepalsuan

Tak henti-hentinya saudara-saudara kami Ahlusunnah, dan khususnya yang Nawâshib di antara mereka, di antaranya adalah Pendiri Sekte Wahhabiyah dan kaum Wahabi …. Tak henti-hentinya mereka berdalil dengan kasus ditunjuknya Abu Bakar menjadi imam shalat di hari-hari akhir kehidupan Nabi saw. bahwa sebenarnya penunjukan itu oleh Nabi saw. adalah sebuah isyarat atau bahkan dianggap sebagai penunjukan samar/khafiy atas kekhalifahan Abu Bakar… Baca lebih lanjut