Membongkar Kecerobohan Buku “Mungkinkah Sunnah-Syi’ah Dalam Ukhuwah?” (Bag. Pertama)

Membongkar Kecerobohan Buku “Mungkinkah Sunnah-Syi’ah Dalam Ukhuwah?” (Bag. Pertama)

Oleh: Muhammad Bhagas

Lima santri dari Pondok Pesantren Sidogiri menulis buku berjudul “Mungkinkah Sunnah-Syi’ah Dalam Ukhuwah?” (selanjutnya: MSSDU). Buku itu tidak hanya difokuskan untuk menanggapi buku “Sunnah-Syi’ah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?” karya Prof. Quraish Shihab, tapi juga menanggapi beberapa hal terkait dengan Syi’ah yang belum diperinci oleh Prof. Quraish Shihab.

Beberapa hari yang lalu, ketika lagi online, saya melihat ada orang yang menjual cetakan baru buku itu. Lalu segera saya pesan. Alhamdulillah, setelah menunggu 3 hari, buku sampai dengan selamat dan saya pun membacanya. Cetakan terbaru covernya warna hitam, cetakan ketujuh, terbit tahun 1437 H/2016 M.

Jika diperhatikan, buku MSSDU tampak ilmiah. Tampak ilmiah karena menampilkan kutipan-kutipan teks Arab disertai keterangan kitab-kitab yang dijadikan rujukan. Tapi jika lebih teliti lagi, kita akan menemukan beberapa kecerobohan yang dilakukan oleh penulis buku itu.
Baca lebih lanjut

Keistimewaan Para Perawi Hadis Syi’ah (Bag. 7) Membongkar Hadis-hadis Palsu

Keistimewaan Para Perawi Hadis Syi’ah (Bag. 7) Membongkar Hadis-hadis Palsu

Tanggapan Atas Anggapan Ustadz Idrus Ramli dalam: http://www.idrusramli.com/

2014/syiah-ajaran-yang-penuh-propaganda/.

Para ulama Islam, baik Syi’ah maupun Ahlusunnah sepakat meriwayatkan dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda akan banyak banyak pembohong yang berbohong atas nama beliau, dan beliau mengancam para pemalsu hadis itu dengan neraka. Bakhan tidak sedikit yang memastikan bahwa hadis tentangnya adalah mutawâtir.

Nabi saw. bersabda:

كثرت الكذابةُ علَيَّ , فَمَنْ كذب علَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْتَبَوَّأْ مقْعَدَهُ مِنَ النارِ

“Akan banyak para pendusta atas namaku, maka barangsiapa berdusta atas namaku hendakanya ia bersiap-siap menampati tenpatnya di neraka.”

Namun kendati demikian karas ancaman Nabi saw atas para pemalsu hadis beliau tetap saja para penjual agama dan menjaja hawa nafsu itu berani memalsu atas nama Nabi saw.

Hadis Mawhdû’, Motivasi Pemalsuan dan Macam-macam Pemalsu

Dalam kitab Al Mawdhû’ât-nya, Ibnu Al Jauzi (seorang ulama Ahlusunah yang sangat produktif menulis banyak kitab) mengklasifikasikan kualitas hadis menjadi enam tingkatan; Keempat, adalah hadis yang terdapat kelemahan di dalamnya akan tetapi masih dapat ditoleransi, ia adalah hadis Hasan… Kelima, hadis yang sangat lemah, banyak kegoncangannya. Sikap para ulama’pun berbeda tentangnya ada yang menganggap dekat dengan status hasan dan ada pula mengelompokkannya dalam hadis Mawdhû’ (palsu). Baca lebih lanjut

Salafy-Wahhabi Menggugat Syi’ah (1)

Salafy-Wahhabi Menggugat Syi’ah (1)

Di antara perkara yang menyebalkan bagi seorang Muslim yang peduli akan masa depan agama dan Umat Islam adalah ketika ia harus membicarakan dan mendiskusikan kembali masalah-masalah agama yang telah didiskusikan dan dibahas tuntas oleh para ulama terdahulu. Akan tetapi sepertinya sulit baginya untuk menghindarinya ketika ia dihadapkan dengan kondisi dimana ia dengan terpaksa harus mengulanginya demi membidas berbagai klaim dan tuduhan tidak berdasar yang dijajakan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab atau pena-pena komersial yang siap melayani tuan-tuan mereka…

Sebagian orang punya kegemaraan mengulang-ulang pembicaraan seputar masalah-masalah khilafiyah sebagai penyampung lidah fitnah pendahulunya untuk ia pekikkan di tengaah-tengah masyarakat Muslim tanpa bosan dan kekenduran semangat sedikitpun selama beradab-abad! Baca lebih lanjut

Benarkan Para Ulama Ahlusunnah Mencemooh Seorang Yang Belajar Hadis Dari Imam Ja’far ash Shadiq as.?!

 

Persembahan Untuk Mereka yang Suka Mengaku-ngaku!

Seperti yang selama ini kita kenal bahwa kemunitas Muslim Sunni (ASWAJA) adalah mencintai dan menghormati Ahlulbait, keluarga dan keturunan Nabi saw. bahkan lebih dari itu mereka mengklaim sebagai pewaris sejati ajaran Ahlulbait as. (dan bukan Syi’ah)… Ketika kaum Syi’ah menegaskan bahwa mereka adalah pengikut Ahlulbait as. dan mazhab mereka dinamakan mazhab Ja’fari karena Imam Ja’far-lah yang terbuka kesempatan di masa beliau untuk mewariskan ajaran leluhur beliau para imam suci Ahlulbait as. yang mereka warisi dsari Nabi mulia Muhammad saw…. ketika kaum Syi’ah menyatakan itu… segera teman-teman Ahlusunnah berteriak mengatakan: Bohooong! Syi’ah bukan pengikut Imam Ja’far… bukanpengikut Ahlulbait! Kamilah Ahlusunnah pengikut sejati Imam Ja’far!

Baca lebih lanjut

Ahlu Sunnah Versus Ahli Bid’ah!

Ahlu Sunnah Versus Ahli Bid’ah!

Berebut Merek Lupa Esensi

Dua istilah yang sejak lama telah dimonopoli kelompok tertentu untuk mempropagandakan validitasnya dalam mewakili Sunnah dan ajaran murni Islam! Kelompok tertentu itu mengklaim bahwa kelompoknya-lah satu-satunya yang mewakili ajaran/Sunnah Nabi saw. secara utuh dan kâffah! Sedangkan kelompok lain adalah Ahli Bid’ah yang menyimpang dari kemurnian ajaran dan Sunnah Nabi Islam! Baca lebih lanjut

Syi’ah Dan Abdullah ibn Saba’ (Bagian 7)

Sebab Sesungguhnya Pemberontakan Atas Khalifah Utsman ibn Affan

Selagi kita sedang membahas dongeng palsu yang menyebutkan bahwa pemberontakan atas Khalifah Utsman adalah didalangi oleh Abdullah ibn Saba’ dan antek-anteknya yang teracuni pikiran jahat lagi sesatnya… Maka pasti kita ingin mengetahui sebab pasti sesungguhnya yang memicu pemberontakan yang berakhir dengan terbunuhnya Khalifah ketiga Utsman ibn Affan.

Seperti telah diisyaratkan dalam lembaran-lembaran sebelumnya bahwa ketidak-puasan dan kemudian pemberontakan kaum Muslim terhadap Khalifah Utsman tidak lain adalah dipicu oleh faktor-faktor eksternal daan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di masa kekhalifahan Utsman. Dan yang demikian itu bukanlah rahasia bagi Anda yang membaca dan meneliti sejarah masa kekhalifahan Utsman, khususnya paruh terakhir masa kekhalifahannya. Baca lebih lanjut

Islam Ahlusunnah Bukan Islam Bani Umayyah! (II)

Islam Ahlusunnah Bukan Islam Bani Umayyah! (II)

Bahaya Islam Umawi Dalam Merusak Agama!

Persembahan Buat Para Salafiyyîn Pemuja Pohon Terkutuk!

Mu’awiyah Menentang Hukum Allah dan Rasul-Nya dengan Biadab!

Seperti telah disinggung dalam artikel sebelumnya bahwa sulit rasanya menghitung-hitung kejahatan Mu’awiyah dan rezimnya terhadap agama ini dan kehormatan hukumnya serta kemuliaan Nabi-nya! Mengakui Ziyâd bin Ubaid (nama asli ayah Ziyâd dari pasangan istri bernama Sumayyah) sebagai anak Abu Sufyân padahal Sumayyah ketika hamil ia masih sah berstatus sebagai istri Ubaid adalah penentangan terang-terangan yang sulit bahkan mustahil dicarikan pembelaannya. Sebab dalam hukum Islam yang diketahui umum oleh semua kaum Muslim baik yang awam apalagi yang berilmu bahwa setiap anak akan diikutkan penasabannya kepada bapak sah bukan kepada bapak biologisnya!

Baca lebih lanjut