Kuliah Akhlak [17]: Meminta-minta.

Kuliah Akhlak: Meminta-minta.

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Saudaraku … Sebisa mungkin angkatlah kedua tanganmu kepada Tuhanmu, mintalah dari-Nya seluruh keperluan dan kebutuhanmu, jangan engkau rendahkan harga dirimu di hadapan kaum hina demi mencari sesuap nasi menyambung hidup.[1]

Ketahuilah bahwa baju kerajaan –betapun ia gagah- ia lebih hina dari baju kaum papah yang kusang yang kita kenakan. Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [16]: Kafakiran Dan Kemiskinan

Kuliah Akhlak: Kafakiran Dan Kemiskinan

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Wahai Anda yang miskin, jangan engkau sedih dengan kemiskinanmu, sebab hiasannya bagi orang mukmin lebih baik dari tali kekang untuk kuda. Semua orang rindu surga sementara surga rindu kepada kaum miskin.

Cukuplah penghibur bagi si miskin sabda Rasulullah saw.:

الفَقْرُ فَخْرِيْ.

“Kefakiran adalah kebanggaanku.” Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [15]: Cinta Dunia

Kuliah Akhlak: Cinta Dunia

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Hati-hatilah wahai saudaraku yang mulia dari cinta dunia hina karena “cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan” dan pemburu dunia rusak dan sia-sia amalnya. Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [14]: Asy Syarah, Rakus.

Kuliah Akhlak: Asy Syarah, Rakus.

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Hati-hatilah wahai saudaraku dari menyembah perut, karena kerusakannya sangat banyak, seperti keterhinaan, kedunguan dan kebodohan. Bahkan kebanyakan madhorratnya yang menyerang manusia penyebabnya adalah kerakusan perut.[1] Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [13]: Al Qasâwah

KUliah Akhlak: Al Qasâwah

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Al Qaswah, Kekakuan hati adalah kondisi yang menimpa sorang manusia sehingga ia tidak terpengaruh denagn derita dan bencana yang dialami orang lain. Penyebab munculnya kondisi itu adalah berkuasanya kekuatan hewaniah buas.[1] Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [12]: Al Takabbur wa at Tawadhu’

Al Takabbur wa at Tawadhu’[1]

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Upayakan sedemikian rupa agar kamu tidak bersikap sombong, sebab orang-orang yang sombong di hari kiamat akan dikumpulkan dalam postur semut kecil, lalu dinjak-injak manusia, karena mereka tidak bernilai sedikitpun di sisi Allah.

Allah –Ta’ala- berfirman:

فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعِيْنَ إِلاَّ إِبْلِيْسَ اسْتَكْبَرَ و كانَ مِنَ الكافِرِيْنَ.

“Lalu seluruh malaikat bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.” (Q.S. Shaad [38];73-74) Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [11]: Al ‘Ujub

Al ‘Ujub [1]

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Saudaraku yang mulia, jauhkan dirimu dari menghamba kepada nafsu dan bersikap ‘ujub dengannya[2], sebab sesungguhnya ia adalah dosa yang bibit awalnya adalah kekafiran, tanahnya adalah kemunafikan, airnya adalah kefasadan, dahan-dahannya adalah kebodohan, dedaunannya adalah kesesatan dan buah adalah kutukan dan kekal di dalam neraka jahannam.

Jika kamu hendak membanggakan diri dririmu maka renungkan keadaanmu; bagaimana asal muasalmu itu adalah seperma yang menjijikkan akhir kesudahanmu adalah menjadi bangkai yang kotor.[3] Dan kamu di antara kedua keadaan itu tidak lain hanya membawa benda-benda najis yang busuk, berkeliling membawa bermacam kotoran. Baca lebih lanjut