Lima Alasan Mengapa Imam Ali as. Disingkirkan Dari Kekhalifahan!

Lima Alasan Mengapa Imam Ali as. Disingkirkan Dari Kekhalifahan!

Sebuah Tinjauan Historis Ideologis

Penggeseran posisi Imam Ali as. dari kekhilafahan yang dilakukan oleh Kelompok Saqifah pimpinan sahabat dari pak Quraisy bukan dikarenakan tidak adanya nash penunjukan, akan tetapi lebih dikerenakan adanya pertimbangan ‘maslahat’ mereka dan pertimbangan-pertimbangan tertentu lainnya. Hal itu dapat kita saksikan dalam beberapa pernyataan para arsitek Kelompok Saqifah itu sendiri.

Dan dalam sejarah hidup para sahabat terlihat jelas adanya pola pandang pada sebagian mereka yang lebih memilih ‘bersikap sendiri’ dan mengedepankan pertimbangan kepentingan dan maslahat, khususnya dalam hal-hal sosial dan bahkan dalam sebagian masalah ibadah. Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [20] Al Bukhl, Kekirian

Kuliah Akhlak; Al Bukhl, Kekirian

 Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Wahai saudaraku yang mulia.. Berhati-hatilah terhadap sifat kikir dan jauhilah sifat tersebut, karena sesungguhnya kikir itu adalah sifat yang hina dan tidak ada nilainya sama sekali di mata manusia.

Dan cukuplah kehinaan bagi orang yang menyandang sifat kikir itu bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang ingin berteman dengannya, bahkan seluruh manusia termasuk anak-anaknya juga tidak akan menjadi musuh-musuhnya, dan keluarganya semua menanti-nanti saat-saat kematiannya, supaya mereka bias menaggalkan baju/pakaian kehinaan [yang selama ini mereka sandang karena orang kikir tersebut], dan agar mereka menggantinya dengan pakaian baru; sebaik-baiknya pakaian. Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [19]: Ath Thama’

Kuliah Akhlak: Ath Thama’[1]

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Sifat ath Thama’ adalah saudara kembar sifat rakus. Lawan keduanya adalah sifat istighnâ’/ merasa cukup dari manusia.

Telah diriwayatkan dari Rasulullah saw. beliau bersabda:

الطَمَعُ يُذهِبُ الْحِكمةَ مِن قلوبِ الْعُلماءِ.

 ‘Sifat rakus akan menghilangkan hikmah dari hati-hati para ulama’. Baca lebih lanjut

Kulaih Akhlak [18]: Al Hirshu (Rakus)

Kulaih Akhlak: Al Hirshu (Rakus)

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Wahai saudaraku yang mulia, jauhkan dirimu dari kerakusan, sesungguhnya ia adalah padang pasir luas tak bertepi, kemanapun engkau mengarah kamu tidak menemukan batasannya. Ia bagaikan lautan tak berujung, engkau tidak akan pernah sampai ke dasarnya betapa pun engkau menyelaminya. Orang yang jelek nasibnya adalah yang bertimpa penyakit rakus, ia akan tersesat kemudian akan celaka dan sulit ditolong. Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [17]: Meminta-minta.

Kuliah Akhlak: Meminta-minta.

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Saudaraku … Sebisa mungkin angkatlah kedua tanganmu kepada Tuhanmu, mintalah dari-Nya seluruh keperluan dan kebutuhanmu, jangan engkau rendahkan harga dirimu di hadapan kaum hina demi mencari sesuap nasi menyambung hidup.[1]

Ketahuilah bahwa baju kerajaan –betapun ia gagah- ia lebih hina dari baju kaum papah yang kusang yang kita kenakan. Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [16]: Kafakiran Dan Kemiskinan

Kuliah Akhlak: Kafakiran Dan Kemiskinan

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Wahai Anda yang miskin, jangan engkau sedih dengan kemiskinanmu, sebab hiasannya bagi orang mukmin lebih baik dari tali kekang untuk kuda. Semua orang rindu surga sementara surga rindu kepada kaum miskin.

Cukuplah penghibur bagi si miskin sabda Rasulullah saw.:

الفَقْرُ فَخْرِيْ.

“Kefakiran adalah kebanggaanku.” Baca lebih lanjut

Kuliah Akhlak [15]: Cinta Dunia

Kuliah Akhlak: Cinta Dunia

Berkata Syeikh al Arif Billah; Syeikhul Islam Abbas al Qummi –radhiyallahu ‘anhu-:

Hati-hatilah wahai saudaraku yang mulia dari cinta dunia hina karena “cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan” dan pemburu dunia rusak dan sia-sia amalnya. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya